Satelit Sains NASA Jatuh Kembali ke Bumi
📅 Kamis, 12 Mar 2026, 11:22 WIB | Oleh: Lili LestariCAPE CANAVERAL — Sebuah satelit sains NASA yang lama jatuh tak terkendali dari orbit dan memasuki kembali atmosfer Bumi di atas Samudra Pasifik pada hari Rabu (11/3).
Angkatan Luar Angkasa AS mengatakan Van Allen Probe A memasuki atmosfer di sebelah barat Kepulauan Galapagos.
NASA memperkirakan sebagian dari wahana antariksa seberat 1.323 pon (600 kilogram) itu akan selamat saat memasuki atmosfer, sebagian besar terbakar di atmosfer. Badan antariksa tersebut memperkirakan risiko cedera fisik sebesar 1 banding 4.200.
Kembarannya, Van Allen Probe B, masih mengorbit Bumi, tetapi tidak lagi berfungsi.
Diluncurkan pada tahun 2012, kedua wahana antariksa tersebut terbang melalui sabuk radiasi Van Allen yang mengelilingi Bumi, mempelajarinya selama tujuh tahun sebelum menghentikan operasinya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ketika satelit-satelit tersebut kehabisan bahan bakar pada tahun 2019, NASA memperkirakan satelit-satelit itu akan tetap berada di orbit hingga tahun 2034. Namun, aktivitas matahari yang intens selama beberapa tahun terakhir mempercepat berakhirnya wahana A, kata badan antariksa tersebut. Wahana B diperkirakan tidak akan memasuki kembali atmosfer sebelum tahun 2030.
Ilmuwan Belanda Marco Langbroek mengatakan bahwa semua proses memasuki kembali atmosfer sulit diprediksi, tetapi yang satu ini sangat menantang mengingat orbitnya yang eksentrik dan tidak simetris.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!