Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Perekonomian Singkawang Terdongkrak Berkat Pariwisata Berbasis Budaya

📅 Selasa, 10 Mar 2026, 20:40 WIB | Oleh:

Tjhai Chui Mie menambahkan integrasi antara agenda budaya dan aktivitas ekonomi tersebut merupakan strategi membangun ekosistem pariwisata yang berkelanjutan. Festival tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga menggerakkan transaksi ekonomi masyarakat.

“Siapa pun yang datang ke Singkawang tidak perlu khawatir soal makanan. Selain restoran dan rumah makan yang sudah ada, pusat kuliner selama perayaan siap melayani pengunjung,” tuturnya.

Ia menilai kehadiran festival kuliner turut memperpanjang lama tinggal wisatawan. Ketika pengunjung tidak hanya datang untuk menyaksikan parade, tetapi juga menikmati wisata rasa dan suasana kota, maka dampak ekonomi yang tercipta menjadi lebih luas dan merata.

Bagi Singkawang, kuliner bukan sekadar pelengkap perayaan. Ia telah menjadi jembatan antara tradisi dan kesejahteraan, antara keramaian festival dan dapur-dapur UMKM yang terus mengepul menghidupi ekonomi lokal.

Tingkat hunian hotel melonjak

Tidak hanya di sektor kuliner yang kecipratan berkah pelaksanaan Cap Gi Meh, tingkat hunian hotel di Kota Singkawang juga meningkat signifikan menjelang puncak Festival Cap Go Meh 2026. Lonjakan wisatawan membuat sejumlah hotel penuh dipesan sejak jauh hari.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Singkawang Mokhlis, mengatakan secara keseluruhan terdapat 47 hotel yang disiapkan untuk menampung kunjungan wisatawan selama rangkaian perayaan berlangsung.

Menurut Mokhlis, Cap Go Meh yang telah menjadi agenda budaya tahunan berskala nasional itu hampir selalu memicu lonjakan kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

"Momentum Cap Go Meh selalu berdampak pada peningkatan kunjungan wisatawan. Ini memberi efek positif bagi perputaran ekonomi masyarakat, mulai dari sektor perhotelan, kuliner, transportasi, hingga UMKM," katanya.

Menurut dia, data tiga tahun terakhir menunjukkan tren pertumbuhan yang konsisten. Pada perayaan Cap Go Meh 2023, tingkat okupansi hotel bahkan menembus 100 persen.

Tahun 2024 yang hanya menggelar mini Cap Go Meh tetap mencatat lebih dari 300 ribu kunjungan wisatawan. Angka tersebut melonjak pada 2025 menjadi lebih dari 700 ribu pengunjung.

Memasuki 2026, Pemerintah Kota Singkawang memprediksi total kunjungan dapat menembus satu juta wisatawan selama rangkaian perayaan berlangsung. Menjelang puncak acara, hampir seluruh hotel di kota tersebut telah dipadati tamu.

Lonjakan ini dinilai sebagai sinyal kuat pulihnya sektor pariwisata sekaligus indikator pertumbuhan ekonomi daerah berbasis event budaya. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.00...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.