Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Perekonomian Singkawang Terdongkrak Berkat Pariwisata Berbasis Budaya

📅 Selasa, 10 Mar 2026, 20:40 WIB | Oleh:
Perekonomian Singkawang Terdongkrak Berkat Pariwisata Berbasis Budaya Doc: ANTARA/Rendra Oxtora
Ket. Perayaan budaya Cap Go Meh di Singkawang sukses menarik perhatian wisatawan lokal dan manca negara.

PONTIANAK - Festival Cap Go Meh 2026 bukan sekadar perayaan budaya. Lebih dari itu, momentum tahunan di Kota Singkawang ini telah menjadi penggerak ekonomi, promosi pariwisata, dan percepatan pembangunan daerah.

Dari jalan-jalan yang dipenuhi lampion hingga parade budaya yang memukau, Singkawang membuktikan diri sebagai kota harmonis dengan daya tarik global.

Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie menegaskan, perayaan tahun ini dimanfaatkan untuk memperkuat posisi kota sebagai destinasi wisata berbasis budaya yang inklusif dan berdaya saing.

"Dengan dukungan dari semua pihak, Kota Singkawang optimistis dapat terus berkembang sebagai kota yang harmonis, maju, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional," kata Tjhai Chui Mie saat perayaan Cap Go Meh di Singkawang awal Maret.

Pergelaran budaya yang sudah masuk dalam agenda wisata nusantara tersebut setiap tahunnya kerap didatangi oleh sejumlah kementerian, seperti pada tahun ini yang juga dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara dan tokoh internasional, termasuk Menko Infrastruktur Agus Harimukti Yudhoyono, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, tokoh intelijen AM Hendropriyono, tokoh nasional Oesman Sapta Odang, dan Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok untuk Indonesia Wang Lutong.

Kehadiran mereka menjadi bukti pengakuan atas Cap Go Meh Singkawang sebagai agenda wisata budaya unggulan dengan daya tarik internasional.

Tito Karnavian mengaku terkesan dengan harmonisasi sosial yang terjaga di Singkawang. "Saya sudah empat kali diundang menghadiri Festival Cap Go Meh di Singkawang, tetapi baru kali ini bisa menyaksikan secara langsung. Saya bangga melihat masyarakatnya sangat toleran," katanya.

Menurut Tito, semua suku dan agama bercampur menyaksikan parade budaya, bahkan masyarakat non-muslim menghormati umat Muslim yang sedang berpuasa. "Kondisi ini mencerminkan prinsip Bhinneka Tunggal Ika, berbeda-beda tetapi tetap satu Indonesia," katanya.

Festival Kuliner: Dari tradisi ke ekonomi

Tak hanya parade budaya yang memikat ribuan pasang mata, rangkaian perayaan Festival Cap Go Meh 2026 juga menghadirkan denyut ekonomi rakyat melalui Festival Kuliner yang digelar di kawasan Jalan Sejahtera dan Jalan Niaga pada 28 Februari hingga 3 Maret.

Di dua ruas jalan itu, aroma masakan tradisional berpadu dengan riuh percakapan pengunjung. Tenda-tenda kuliner berjajar rapi, menyajikan aneka hidangan khas yang menggoda selera, mulai dari jajanan tradisional, olahan seafood, hingga ragam minuman khas yang akrab di lidah wisatawan. Festival ini menjadi ruang perjumpaan antara tradisi, cita rasa, dan geliat usaha masyarakat lokal.

Ketua Pelaksana Perayaan Bun Cin Thong menjelaskan festival kuliner dirancang sebagai panggung promosi bagi pelaku usaha lokal agar dapat menjangkau pasar yang lebih luas di tengah lonjakan wisatawan.

“Festival Kuliner ini menghadirkan berbagai makanan khas Singkawang dengan harga terjangkau. Tujuannya untuk memperkenalkan kekayaan kuliner daerah kepada pengunjung dari luar kota maupun mancanegara,” kata Bun Cin Thong.

Baginya momentum Cap Go Meh yang selalu menyedot perhatian publik menjadi peluang strategis untuk menggerakkan sektor ekonomi kreatif, khususnya UMKM kuliner. Perputaran uang selama festival meningkat tajam seiring tingginya mobilitas wisatawan yang berburu pengalaman rasa khas daerah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Pilpres Kolombia Diinterven...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
Luar Negeri
WHO Serukan Negara-Negara C...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.