Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Herdman Matangkan Strategi Hadapi Piala AFF

📅 Rabu, 22 Jul 2026, 06:38 WIB | Oleh:
Herdman Matangkan Strategi Hadapi Piala AFF Doc: ANTARA/Fikri Yusuf
Ket. Pesepak bola Timnas Indonesia Beckham Putra (kanan), Wahyu Prasetyo (kedua kanan), Jens Raven (kedua kiri) dan Tim Geypens (kiri) mengikuti sesi latihan di Training Center Bali United, Pantai Purnama, Gianyar, Bali, Sabtu (18/7).

JAKARTA - Pemusatan latihan Tim Nasional Indonesia di Bali memasuki fase paling menentukan menjelang bergulirnya Piala AFF 2026. Waktu yang tersisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kondisi fisik dan mematangkan strategi. Selain itu, juga menjadi momen bagi pelatih John Herdman menyusun fondasi tim yang diyakini mampu mengakhiri penantian panjang Indonesia meraih gelar juara Asia Tenggara.

Di balik kerasnya persaingan memperebutkan 23 tempat dalam skuad akhir, Herdman menghadapi tantangan yang jauh lebih besar daripada sekadar memilih pemain terbaik. Pelatih asal Inggris Raya itu tengah membangun identitas permainan baru yang menuntut disiplin taktik, keberanian menguasai bola, serta kemampuan mengambil keputusan cepat ketika berada di bawah tekanan lawan.

Pendekatan tersebut terlihat jelas dalam materi latihan selama hampir dua pekan terakhir. Salah satu fokus utama adalah menghadapi situasi high press yang diperkirakan akan menjadi senjata utama hampir seluruh kontestan Piala AFF. “Fokus kami adalah menghadapi high press,” ujar Herdman.

Menurutnya, tim yang ingin bersaing di level tertinggi tidak cukup hanya mampu melakukan tekanan kepada lawan. Yang lebih penting adalah tetap tenang ketika mendapatkan tekanan serupa. Karena itu, para pemain terus ditempa untuk membangun serangan dari lini belakang, menjaga penguasaan bola, dan menemukan solusi saat ruang gerak semakin sempit.

Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa Herdman tidak sekadar mengejar kemenangan dalam satu pertandingan, melainkan berupaya membangun budaya bermain yang lebih modern. Filosofi itu sekaligus menjadi jawaban atas kelemahan Indonesia dalam beberapa turnamen terakhir ketika sering kehilangan ritme permainan akibat tekanan agresif lawan.

Selain aspek taktik, perkembangan positif mulai terlihat dari hubungan antarpemain. Herdman mengaku puas melihat chemistry skuad yang terus meningkat setelah menjalani latihan bersama. “Saya melihat mereka mulai menyatu dan itu menjadi hal yang sangat baik,” ucapnya.

Tim pelatih bahkan telah membentuk kelompok kepemimpinan di dalam skuad sebagai jembatan komunikasi sekaligus penguat mental bertanding. Langkah tersebut menunjukkan bahwa pembangunan tim tidak hanya dilakukan di lapangan, tetapi juga melalui pembentukan karakter kolektif yang menjadi fondasi penting dalam turnamen berdurasi panjang.

Di tengah proses tersebut, muncul kabar menggembirakan dari Eropa. Winger muda Adrian Wibowo langsung mencuri perhatian pada awal kariernya bersama klub Austria FC Wacker Innsbruck. Masuk sebagai pemain pengganti dalam laga pramusim, pemain berusia 20 tahun itu menyumbang assist yang menghasilkan gol kemenangan pada masa injury time.

Penampilan itu menjadi modal berharga bagi Adrian untuk kembali bersaing memperebutkan tempat di skuad Garuda. Sejak melakoni debut bersama tim senior pada September tahun lalu, dia dikenal sebagai pemain yang memiliki kecepatan, kreativitas, serta keberanian melakukan duel satu lawan satu. Kehadirannya memberi alternatif baru di sektor sayap yang membutuhkan pemain dengan kemampuan membuka ruang sekaligus menciptakan peluang.

“Bermain di Eropa adalah impian sejak kecil. Saya sangat menikmati hari-hari pertama di sini karena tim pelatih dan rekan-rekan menyambut saya dengan sangat baik,” ujar Adrian.

Meski demikian, persaingan menuju skuad utama Garuda dipastikan tidak mudah. Herdman masih harus menyesuaikan komposisi tim setelah sejumlah pemain mengalami cedera. Mauruzi Jostra dan Yakob Sayuri dipastikan belum dapat memperkuat tim. Sedangkan pemain naturalisasi Luk Fiskery masih menjalani pramusim bersama klubnya sehingga belum bergabung dalam pemusatan latihan.

Di saat Indonesia masih menyempurnakan komposisi, Vietnam justru datang dengan persiapan yang lebih matang. Tim asuhan Kim Sang-sik telah menuntaskan pemusatan latihan di Korea Selatan. Mereka menyapu bersih empat pertandingan uji coba, serta diperkuat tiga pemain naturalisasi baru. Sejumlah media Vietnam bahkan mulai menilai peluang tim mereka lebih besar dibanding Indonesia.

Namun, penilaian tersebut belum dapat dijadikan ukuran pasti. Indonesia masih memiliki agenda uji coba sebelum turnamen dimulai. Herdman juga masih memiliki ruang untuk menyempurnakan organisasi permainan sekaligus menentukan susunan pemain terbaik.

Sikap Herdman pun tetap tenang. Ia menolak terjebak pada target jangka pendek ataupun perang opini yang berkembang di luar lapangan. “Kami tidak memikirkan turnamennya atau hasil akhirnya. Tim hanya fokus berkembang setiap hari,” tegasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2

Program-program Unggulan Gorontalo akan Menuju Laut

37 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Program-program Unggulan Go...
Daerah
Mandi di Pantai Tuturuga Be...
Kemenekraf dan BI Perkuat Kolaborasi Pacu Pelaku Ekraf Naik Kelas

Kemenekraf dan BI Perkuat Kolaborasi Pacu Pelaku Ekraf Naik Kelas

22 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.