Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BMKG Imbau Warga Waspadai Gelombang Tinggi di Perairan Sulawesi Tenggara

📅 Rabu, 22 Jul 2026, 11:13 WIB | Oleh: Tim Penulis
BMKG Imbau Warga Waspadai Gelombang Tinggi di Perairan Sulawesi Tenggara Doc: ANTARA
Ket. Ilustrasi gelombang di perairan Sulawesi Tenggara.

KENDARI – BMKG mengimbau masyarakat, khususnya pengguna jasa transportasi laut dan nelayan, untuk mewaspadai potensi gelombang tinggi mencapai 1,25 hingga 2,5 meter di wilayah perairan Sulawesi Tenggara (Sultra) yang berlaku mulai 22 hingga 25 Juli 2026.

Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Kendari, I Made Wahyu Gana Putra, saat dihubungi di Kendari, Rabu (22/7), menyatakan bahwa berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer, pola angin di wilayah Sultra umumnya bertiup dari arah timur hingga selatan dengan kecepatan berkisar antara 2 hingga 15 knot.

"Kecepatan angin tertinggi terpantau mencapai 20 knot atau setara 5 Skala Beaufort di Perairan Utara Wawonii, Selat Cempedak, Laut Banda Timur Wawonii, Perairan Buton, Laut Banda Timur Wakatobi, Perairan Wakatobi bagian barat, Perairan Wakatobi bagian timur, serta Laut Flores Selatan Buton," kata Wahyu Gana Putra.

Dia menyebutkan bahwa berdasarkan peringatan dini BMKG, potensi gelombang sedang kategori 1,25 hingga 2,5 meter berpeluang terjadi di delapan titik perairan strategis Sultra.

Beberapa wilayah perairan tersebut, antara lain di Perairan Utara Wawonii, Laut Banda Timur Wawonii, Selat Cempedak, Perairan Buton, Perairan Wakatobi Bagian Barat, Perairan Wakatobi Bagian Timur, Laut Banda Timur Wakatobi, dan Laut Flores Selatan Buton

Wahyu Gana menyebutkan jika pihaknya telah menerbitkan imbauan saran keselamatan pelayaran guna mengantisipasi risiko kecelakaan di laut.

"Perahu nelayan berisiko terhadap keselamatan pelayaran apabila kecepatan angin mencapai lebih dari 15 knot dengan tinggi gelombang menyentuh 1,25 meter. Sementara kapal tongkang diimbau berhati-hati jika kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter," ujarnya.

Dia menambahkan bahwa BMKG terus meminta masyarakat pesisir dan pelaku aktivitas pelayaran untuk selalu memperbarui informasi perkembangan cuaca maritim secara berkala melalui saluran resmi BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Kendari.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Uji Coba Pendaratan Pesawat...
Megapolitan
Daftar Lokasi Samsat Kelili...
Megapolitan
Urus SIM Tak Repot Lagi, Ad...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.