Batam Tertinggi
📅 Senin, 09 Mar 2026, 12:54 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
BATAM – Dunia boleh berantem dan ketegangan melanda di Timur Tengah, namun ternyata pertumbuhan ekonomi Batam tertinggi di Provinsi Kepulauan Riau. Batam berhasil mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 6,76 persen (year-on-year) pada tahun 2025, menjadikannya yang tertinggi di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) sekaligus melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi provinsi dan nasional.
Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan Badan Pengusahaan (BP) Batam Fary Djemy Francis menyampaikan bahwa capaian pertumbuhan ekonomi tersebut menunjukkan bahwa transformasi ekonomi Batam semakin bertumpu pada sektor industri dan investasi.
“Pertumbuhan ekonomi Batam di 2025 sebesar 6,76 persen, menunjukkan bahwa mesin ekonomi Batam digerakkan oleh sektor-sektor produktif seperti industri manufaktur, perdagangan, logistik, serta investasi yang terus meningkat. Pertumbuhannya lebih tinggi dari provinsi dan nasional,” katanya dalam keterangan resmi yang diterima di Batam, Senin.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Riau pada tahun 2025 tercatat 5,88 persen, sementara pertumbuhan ekonomi nasional berada pada angka 5,11 persen.
Jika dibandingkan dengan daerah lain di Kepri, Batam menempati posisi teratas dalam pertumbuhan ekonomi tanpa dukungan sektor minyak dan gas (migas) seperti di Kabupaten Kepulauan Anambas dan Natuna.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kabupaten Bintan mencatat pertumbuhan 6,43 persen, diikuti Kabupaten Karimun 5,44 persen, Kota Tanjungpinang 3,31 persen, Kabupaten Lingga 3,53 persen, serta Kabupaten Kepulauan Anambas 2,87 persen. Sementara itu, Kabupaten Natuna mengalami kontraksi -1,61 persen.
“Pertumbuhan Batam juga tanpa bergantung kepada sektor minyak dan gas, ini menjadi bukti bahwa Batam berkembang sebagai pusat industri dan perdagangan internasional yang semakin kompetitif,” ujar Fary.
Menurutnya, pengukuran pertumbuhan ekonomi tanpa migas penting untuk menggambarkan kekuatan ekonomi daerah secara lebih nyata dan berkelanjutan. Sektor migas sangat dipengaruhi oleh harga energi dunia dan volume produksi, katanya, maka dari itu menimbulkan fluktuasi yang tidak mencerminkan aktivitas ekonomi lokal.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Dengan melihat pertumbuhan tanpa migas, kita dapat melihat secara lebih jelas bahwa ekonomi Batam tumbuh karena kekuatan industri, perdagangan, dan investasi,” tambahnya.
Ia juga menegaskan bahwa posisi strategis Batam di jalur perdagangan internasional, kedekatan dengan Singapura dan Malaysia, serta pengembangan kawasan industri, menjadi faktor penting dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi daerah.
“Batam memiliki keunggulan geografis dan ekosistem industri yang kuat. Dengan dukungan infrastruktur, kemudahan investasi, dan konektivitas logistik internasional, Batam semakin memperkokoh perannya sebagai hub investasi dan industri berdaya saing global,” kata Fary.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!