Ledakan Dahsyat di Selat Hormuz, Kapal Musaffah 2 Tenggelam, 3 WNI Hilang Misterius di Perairan UEA-Oman
📅 Minggu, 08 Mar 2026, 19:42 WIB | Oleh: Alfred
Doc: ANTARA/Anadolu/Fatemeh Bahrami
JAKARTA - Dunia maritim internasional kembali diguncang insiden tragis di jalur krusial Selat Hormuz. Sebuah kapal tug boat berbendera Uni Emirat Arab, Musaffah 2, dilaporkan meledak dan tenggelam di perairan antara UEA dan Oman pada Jumat (6/3) dini hari.
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Abu Dhabi mengonfirmasi bahwa dari empat awak WNI yang berada di atas kapal, satu orang berhasil diselamatkan dengan luka bakar serius, sementara tiga lainnya hingga kini masih dinyatakan hilang. Otoritas setempat bersama perwakilan RI kini tengah berpacu dengan waktu melakukan pencarian intensif di tengah meningkatnya tensi keamanan di kawasan tersebut.
Berdasarkan saksi mata, Musaffah 2 mengalami ledakan yang menyebabkan kapal terbakar dan tenggelam. Hingga saat ini, Otoritas di UEA dan Oman masih melakukan penyelidikan terkait penyebab insiden ini, bunyi pernyataan KBRI.
Menanggapi kejadian tersebut, KBRI Abu Dhabi segera berkoordinasi dengan otoritas UEA, pihak perusahaan yang bernama Safeen Prestige dan KBRI Muscat.
“Berdasarkan informasi yang diterima, kapal Musaffah 2 berawak total tujuh personil berkewarganegaraan yakni Indonesia, India, dan Filipina. Tiga awak selamat, sedangkan empat awak lainnya masih hilang,” bunyi pernyataan KBRI Abu Dhabi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kedutaan merinci, dari total empat WNI yang menjadi awak kapal tersebut, satu WNI selamat dan mendapat perawatan luka bakar di Rumah Sakit di Kota Khasab, Oman. Sedangkan tiga WNI lainnya masih hilang dan terus diupayakan pencarian oleh otoritas setempat.
Selain keempat awak kapal tersebut, terdapat satu WNI lain yang bekerja sebagai teknisi dan berada di lokasi insiden di kapal berbeda. WNI tersebut dilaporkan dalam kondisi selamat.
KBRI Abu Dhabi dan KBRI Muscat saat ini terus berkoordinasi secara intensif dengan otoritas setempat dan pihak perusahaan untuk mendukung proses pencarian tiga awak WNI yang masih hilang, memastikan penanganan medis bagi WNI yang selamat, serta menyampaikan perkembangan situasi kepada keluarga korban di Indonesia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Perwakilan RI juga mendorong penyelidikan menyeluruh atas insiden ini. Adapun pada 7 Maret 2026, perusahaan telah membawa korban selamat ke Abu Dhabi, termasuk 1 WNI. KBRI juga telah bertemu dengan WNI tersebut dan memberikan pendampingan kekonsuleran.
Memperhatikan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah, KBRI Abu Dhabi kembali mengimbau seluruh WNI di wilayah UEA, termasuk awak WNI yang bekerja di kapal laut, untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan, memantau perkembangan situasi melalui sumber informasi resmi, dan menjaga komunikasi dengan Perwakilan RI terdekat.
“Segera lakukan lapor diri untuk memastikan respon cepat dan tepat dari Perwakilan RI. Dalam keadaan darurat, segera hubungi hotline KBRI Abu Dhabi,” bunyi pernyataan kedutaan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!