Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pengembangan Kampus Data Center Raksasa Masuki Tahap Baru di Kawasan Cikarang

📅 Senin, 08 Jun 2026, 18:58 WIB | Oleh:
Pengembangan Kampus Data Center Raksasa Masuki Tahap Baru di Kawasan Cikarang Doc: Digital Edge Indonesia
Ket. Seremoni struktur gedung pertama (topping out) CGK1, di Cikarang Kabupaten Bekasi. Kampus pusat data berkapasitas 500 MW ini mengamankan pasokan listrik 1,45 GW, terbesar di Indonesia, untuk mendukung pertumbuhan AI, cloud computing, dan ekonomi digital nasional.

JAKARTA — Pengembang pusat data Digital Edge menandai tonggak penting pembangunan kampus pusat data CGK di kawasan Bekasi, Jawa Barat, dengan menyelesaikan struktur gedung pertama (topping out) CGK1 sekaligus mengamankan komitmen pasokan listrik sebesar 1,45 gigawatt (GW) bersama PT PLN (Persero).

Perjanjian tersebut menjadi komitmen pasokan daya terbesar yang pernah diamankan untuk satu kampus pusat data di Indonesia. Langkah ini dinilai memperkuat kesiapan infrastruktur digital nasional dalam menghadapi lonjakan kebutuhan layanan komputasi awan, hyperscale, dan kecerdasan buatan (AI).

Pasokan listrik sebesar 1,45 GW tersebut disusun dalam skema 2 x 725 MVA melalui dua jalur suplai independen. Sistem ini dirancang untuk menghadirkan arsitektur kelistrikan dual-feed yang mampu menjamin keandalan operasional pusat data bagi berbagai beban kerja kritis, termasuk AI dan cloud computing.

CEO Digital Edge Indonesia, Stephanus Oscar, mengatakan penyelesaian struktur CGK1 dan dukungan pasokan listrik berskala besar mencerminkan optimisme perusahaan terhadap pertumbuhan ekonomi digital Indonesia dalam jangka panjang.

“Topping out CGK1, yang didukung oleh perjanjian pasokan listrik terbesar dalam sejarah pusat data Indonesia, mencerminkan keyakinan kami terhadap pertumbuhan digital jangka panjang negeri ini. Bersama PLN, kami tidak sekadar membangun sebuah pusat data, tetapi juga meletakkan fondasi agar Indonesia dapat bersaing di level tertinggi ekonomi AI global,” ujar Stephanus dalam keterangannya,  pada hari Senin (8/6).

Kampus pusat data CGK dibangun dengan total investasi mencapai US$4,5 miliar dan dirancang memiliki kapasitas hingga 500 megawatt (MW). Fasilitas tersebut dikembangkan khusus untuk mendukung kebutuhan komputasi intensif data dan aplikasi AI yang membutuhkan kapasitas daya besar serta tingkat keandalan tinggi.

Selain itu, fasilitas ini ditargetkan memiliki tingkat efisiensi energi tahunan atau Power Usage Effectiveness (PUE) sebesar 1,25, memperoleh sertifikasi bangunan hijau LEED, memanfaatkan energi terbarukan, menerapkan sistem daur ulang air, serta menggunakan teknologi pendinginan cair untuk mendukung operasional beban kerja AI.

Digital Edge menjadwalkan CGK1 mulai beroperasi pada kuartal IV 2026. Sementara itu, pembangunan gedung kedua dan ketiga direncanakan selesai dan beroperasi masing-masing pada kuartal I dan kuartal II 2027.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan perusahaan listrik negara tersebut terus berupaya memperkuat ekosistem digital nasional melalui penyediaan pasokan listrik yang andal dan berkelanjutan.

Menurutnya, pertumbuhan industri pusat data menjadi indikator berkembangnya ekonomi digital Indonesia yang semakin pesat. Karena itu, PLN berkomitmen memastikan ketersediaan energi untuk mendukung sektor strategis tersebut.

“Melalui kolaborasi ini, PLN berkomitmen menghadirkan pasokan listrik yang andal dan berkelanjutan guna mendukung kebutuhan sektor strategis ini, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat ekonomi digital di kawasan Asia Tenggara,” kata Darmawan.

Secara geografis, CGK Campus berada di kawasan Cikarang dan berjarak kurang dari 15 kilometer dari klaster pusat data utama lainnya di wilayah tersebut. Lokasinya juga sekitar 40 kilometer dari fasilitas EDGE1 dan EDGE2 milik Digital Edge di Jakarta.

Untuk mendukung konektivitas, kampus pusat data ini akan terhubung dengan jaringan serat optik dan infrastruktur telekomunikasi milik Indonet, anak usaha Digital Edge. Perusahaan juga membangun jalur serat optik baru yang sepenuhnya berada di bawah tanah guna meningkatkan keandalan dan ketahanan jaringan.

Dengan kapasitas daya yang telah diamankan sejak tahap awal pengembangan, CGK Campus diharapkan menjadi salah satu pusat infrastruktur digital terbesar di Indonesia yang mampu mengakomodasi kebutuhan komputasi generasi baru, termasuk pengembangan teknologi AI yang terus berkembang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Inggris Segera Larang Anak ...
Nasional
KPK Tangkap Tangan Bupati M...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Perubahan Skor SPMB SMA/SMK Manusia Unggul Jalur Prestasi Non-Akademik Sesuai Data Riil.

Perubahan Skor SPMB SMA/SMK Manusia Unggul Jalur Prestasi Non-Akademik Sesuai Data Riil.

08 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 4
# 4
Ratifikasi IEU-CEPA Dorong Daya Saing
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.