Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Timur Tengah Makin Panas, Pemprov Jateng-KP2MI Pantau Pekerja Migran di Kawasan

📅 Jumat, 06 Mar 2026, 09:26 WIB | Oleh: Tim Penulis
Timur Tengah Makin Panas, Pemprov Jateng-KP2MI Pantau Pekerja Migran di Kawasan Doc: Pemprov Jateng
Ket. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama dengan Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Dzulfikar Ahmad Tawalla.

SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) terus memantau kondisi pekerja migran Indonesia (PMI) dari Jawa Tengah yang berada di kawasan Timur Tengah.

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi di Semarang, Jumat, menegaskan komitmennya untuk menjaga dan menjamin keamanan dan keselamatan PMI, khususnya asal provinsi tersebut.

Menurut dia, pemantauan yang dilakukan saat ini merupakan salah satu bentuk komitmen itu.

Bahkan, jika situasi mendesak, Pemprov Jateng siap mengambil langkah untuk memulangkan warganya berkolaborasi dengan KP2MI dan Kementerian Luar Negeri.

Namun, sejauh ini ia belum bisa menyebut jumlah pekerja migran yang berada di wilayah Timur Tengah karena masih dalam pendataan.

Selain terkait dampak eskalasi konflik, kata dia, pantauan dan upaya perlindungan kepada pekerja migran asal Jateng juga terus dilakukan, misalnya ketika ada pekerja migran yang terkena masalah atau berangkat tidak sesuai prosedur.

Ia menegaskan Pemprov Jateng langsung berkoordinasi untuk upaya pemulangan, sebagaimana dilakukan belum lama ini terhadap belasan orang dari total sekitar 50-an PMI yang bermasalah di sejumlah negara.

"Kalau perlu kami pulangkan, maka akan kami lakukan," kata mantan Kapolda Jateng itu.

Sebelumnya, Luthfi juga bertemu dengan Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Dzulfikar Ahmad Tawalla yang salah satunya membahas soal pemantauan pekerja migran.

Dzulfikar mengatakan, komunikasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di wilayah negara Timur Tengah sudah dilakukan sejak hari pertama kondisi geopolitik di sana memanas.

Selain itu, nomor hotline juga sudah disebar di kalangan pekerja migran dan warga Indonesia yang sedang berada di wilayah Timur Tengah.

Nomor tersebut dapat dihubungi sewaktu-waktu oleh para pekerja migran Indonesia (PMI).

"Prinsipnya, negara selalu hadir dalam setiap perubahan eskalasi yang ada di Timur Tengah," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.