Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gestur Menag RI di Vatikan Dipandang Pesan Iman dan Perdamaian Dunia

📅 Minggu, 04 Jan 2026, 00:35 WIB | Oleh:
Gestur Menag RI di Vatikan Dipandang Pesan Iman dan Perdamaian Dunia Doc: istimewa

Di tengah dunia yang kian bising oleh konflik, prasangka, dan klaim kebenaran yang saling meniadakan, sebuah gestur sunyi dari Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, justru menggema kuat di ruang batin lintas iman. Momen saat Menag RI mencium kepala dan tangan Paus, lalu menyalakan Lilin Perdamaian di Roma pada 28 Oktober lalu, dinilai sebagai pesan spiritual yang melampaui sekat agama.

Peristiwa tersebut berlangsung dalam peringatan 60 tahun Dokumen Konsili Vatikan II Nostra Aetate, yang diselenggarakan komunitas awam Sant'Egidio dan dihadiri Paus Leo XIV serta tokoh-tokoh lintas agama dunia. Menag RI menjadi salah satu undangan kehormatan yang dipercaya menyalakan Lilin Perdamaian, simbol dialog dan rekonsiliasi antarumat beragama.

Aktivis Gereja Katolik dan pemerhati dialog lintas iman, Dar Edi Yoga, memaknai momen itu sebagai "bahasa iman yang paling jujur."

"Di saat agama sering dipakai untuk mengeras dan memecah, Menag RI justru menghadirkan wajah iman yang lembut dan rendah hati. Gestur mencium kepala dan tangan Paus bukan soal hierarki, melainkan pengakuan bahwa para pemimpin agama adalah pelayan kemanusiaan," ujar Dar Edi Yoga, Sabtu (3/1).

Ia menjelaskan, dalam tradisi spiritual lintas agama, mencium kepala adalah simbol penghormatan terhadap kebijaksanaan, sementara mencium tangan adalah pengakuan atas pelayanan. Karena itu, tindakan Menag RI dinilai sebagai ekspresi teologis yang dalam, bukan simbol politik atau seremoni diplomatik belaka.

"Ini bukan soal siapa lebih tinggi, tapi siapa lebih tulus melayani perdamaian. Di situlah iman menemukan wajahnya yang sejati," lanjutnya.

Menurut Dar Edi Yoga, Lilin Perdamaian yang dinyalakan Menag RI juga memiliki makna universal. Cahaya, kata dia, selalu hadir sebagai simbol kehadiran Tuhan dalam hampir semua tradisi agama.

"Api kecil itu adalah doa. Ia melawan gelapnya kebencian, prasangka, dan kekerasan. Dunia hari ini tidak kekurangan khotbah, tapi kekurangan teladan. Dan momen ini adalah teladan," tegasnya.

Ia menambahkan, kehadiran Indonesia melalui Menag RI di forum internasional tersebut mengirimkan pesan moral yang kuat kepada dunia.

"Indonesia menunjukkan bahwa keberagaman bukan ancaman, dialog bukan kelemahan, dan iman tidak lahir untuk memisahkan, tetapi untuk menyatukan," katanya.

Dar Edi Yoga menilai, di tengah meningkatnya konflik global yang kerap berlatar agama, momen di Roma itu menjadi pengingat bahwa Tuhan tidak membutuhkan pembelaan dengan kemarahan, melainkan kesaksian melalui kasih, akhlak, dan kerja nyata bagi perdamaian.

"Pada akhirnya, iman sejati tidak diukur dari seberapa keras kita mengklaim kebenaran, tetapi seberapa dalam kita mampu mencintai sesama. Lilin kecil di Roma itu mengingatkan dunia: cahaya Tuhan selalu cukup, asal manusia mau merendahkan hati untuk menjaganya," pungkasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Uji Coba Pendaratan Pesawat...
Megapolitan
Daftar Lokasi Samsat Kelili...
Megapolitan
Urus SIM Tak Repot Lagi, Ad...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.