Banyak Sekali Biaya Pembangunan PLTS yang Dikucurkan Danantara
📅 Jumat, 06 Mar 2026, 13:38 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
JAKARTA – Indonesia segera membangun pabrik pendukung pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 50 gigawatt (GW). Nilai investasinya mencapai sekitar 23,66 triliun. Kucuran dana tersebut diturunkan lewat Danantara. Menurut Kepala Badan Pengelola Investasi Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, Danantara telah menerima investasi 1,4 miliar dollar AS atau 23,66 triliun rupiah.
Rosan menjelaskan, pabrik itu jika nantinya rampung, dapat mendukung rencana pemerintah mempercepat pembangunan PLTS-PLTS di sejumlah desa, khususnya desa-desa yang telah memiliki jaringan distribusi listrik. "Kebetulan sudah ada masuk investasi di Indonesia, akan selesai tahun ini untuk pembangunan pabrik investasi 1,4 miliar dolar dengan kapasitas 50 gigawatt,” katanya.
Jadi, itu juga sudah, investasi sudah masuk, akhir tahun ini akan selesai. Jadi, itu juga akan membantu untuk kita bisa pakai produksi dalam negeri kita untuk proyek (percepatan) PLTS. Roan ditemui di Istana.
Di Istana, Presiden Prabowo menggelar rapat terbatas bersama CEO Danantara, yang juga Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM. Ada juga kemudian Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dan Direktur Utama PT Pindad Sigit P Santosa.
Hadir juga Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Brian Yuliarto. Dalam rapat itu, Presiden membentuk satuan tugas (satgas) percepatan transisi menuju energi baru dan terbarukan (EBT). Satgas tersebut dipimpin oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Terkait percepatan transisi itu, Rosan menyampaikan Danantara saat ini telah membangun satu prototipe PLTS berkapasitas 1 megawatt (MW) di Sumenep, Madura, Jawa Timur. "Prototipe itu akan ditinjau, dilihat langsung oleh tim, baik oleh ESDM, dan juga Mendikti, untuk kemudian itu bisa di-roll out," kata Rosan.Rosan melanjutkan Presiden Prabowo dalam rapat yang sama telah menginstruksikan kepada Danantara untuk mempelajari opsi-opsi pembiayaan untuk pembangunan PLTS di beberapa desa di Indonesia.
"Bapak Presiden memang memberikan arahan agar bisa pembangunan ini dengan beberapa opsi pendanaan, yang itu diminta untuk kami melihat dan mempelajari strukturnya, bekerja sama baik dengan (entitas) dalam negeri maupun dengan pihak swasta yang mempunyai teknologi dan mempunyai kemampuan dari segi solar (tenaga surya, red.) dan baterainya. Itu pembicaraan yang tadi berlangsung, fokusnya ada di situ," ujar CEO Danantara.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!