Empat Gunung Api Berstatus Waspada Kepung Warga Sulawesi Utara
📅 Jumat, 31 Jul 2026, 12:59 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
MANADO – Masayrakat Sulawesi Utara harus benar-benar waspada. Sebab Balai Pemantauan Gunung Api dan Mitigasi Bencana Gerakan Tanah Sulawesi Maluku, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebutkan empat gunung api di Sulawesi Utara menyandang status waspada (level II).
"Dari delapan gunung api yang ada di Sulawesi Utara, empat di antaranya berstatus waspada," kata Penyelidik Bumi Ahli Muda, Balai Pemantauan Gunung Api dan Mitigasi Bencana Gerakan Tanah Sulawesi Maluku, Sandy Gumolili di Manado, Jumat.
Keempat gunung api aktif yang berstatus waspada yaitu Gunung Awu di Kabupaten Kepulauan Sangihe), Gunung Karangetang (Kabupaten Kepulauan Sitaro), Gunung Lokon (Kota Tomohon) dan Gunung Soputan (Kabupaten Minahasa Tenggara).
"Gunung Awu yang belakangan diturunkan statusnya pada tanggal 8 Juli 2026 dari siaga (level III) menjadi waspada," kata Sandy menambahkan.
Selanjutnya, empat gunung api lainnya yang berstatus normal (level I) yaitu Gunung Mahawu (Kota Tomohon), Gunung Ruang (Kabupaten Kepulauan Sitaro), Gunung Tangkoko (Kota Bitung) dan Gunung Ambang (Kabupaten Bolaang Mongondow).
Sebaiknya Anda baca juga:
Semua gunung api yang ada di provinsi ujung utara Sulawesi baik waspada maupun normal memiliki radius bahaya masing-masing. "Kami berharap warga yang ada di sekitar gunung api mematuhi radius bahaya yang telah direkomendasikan," ujarnya.
Dia mencontohkan, rekomendasi yang harus dipatuhi warga yang bermukim di Gunung Karangetang, Kabupaten Kepulauan Sitaro yang saat ini menyandang status waspada.
Di antaranya, masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak mendekati, tidak melakukan pendakian dan tidak beraktivitas di dalam zona prakiraan bahaya yaitu radius 1.5 kilometer dari puncak kawah dua (kawah utara) dan kawah utama (selatan) serta area perluasan sektoral ke arah selatan barat daya sejauh 2.5 kilometer.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selanjutnya, mewaspadai guguran lava dan awan panas guguran yang dapat terjadi sewaktu-waktu dari penumpukan material lava sebelumnya karena kondisinya belum stabil dan mudah runtuh, terutama ke sektor selatan, tenggara, barat dan barat daya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!