Rupiah Masih Tertekan, 4 Maret 2026
📅 Rabu, 04 Mar 2026, 08:30 WIB | Oleh: Muchamad Ismail
Doc: istimewa
JAKARTA – Rupiah diperkirakan masih berada dalam tekanan pada perdagangan pertengahan pekan ini, seiring sentimen geopolitik yang belum mereda. Eskalasi konflik di Timur Tengah, terutama yang melibatkan Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran mendorong pelaku pasar global meningkatkan permintaan terhadap aset safe haven seperti dollar AS.
Dominasi faktor eksternal membuat pergerakan rupiah cenderung sensitif terhadap perkembangan terbaru konflik dan fluktuasi harga minyak dunia. Selama ketidakpastian masih tinggi dan arus modal asing belum stabil, ruang penguatan rupiah diperkirakan terbatas, meski intervensi dan bauran kebijakan moneter domestik dapat meredam volatilitas berlebihan.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong melihat sentimen aksi jual aset berisiko atau risk off masih akan mempengaruhi pergerakan rupiah. Menurutnya, sentimen risk off diperkirakan masih akan bertahan dan masih menguatkan dollar AS dan menekan rupiah.
Dengan absennya data ekonomi dalam negeri maupun luar negeri, lanjutnya, investor masih tetap memantau perkembangan di Timur Tengah. Dia memproyeksikan kurs rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Rabu (4/3), bergerak melemah di kisaran 16.800 – 16.950 rupiah per dollar AS.
Sebelumnya, nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan di Jakarta, Selasa (3/2), bergerak melemah 4 poin atau 0,02 persen dari sehari sebelumnya menjadi 16.872 rupiah per dollar AS.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi mengatakan pelemahan rupiah dipengaruhi perang AS-Israel yang meluas dengan Iran dan Lebanon. “Perang udara AS dan Israel terhadap Iran meluas dengan Israel menyerang Lebanon dan Iran membalas dengan serangan terhadap infrastruktur energi di negara-negara Teluk dan terhadap kapal tanker di Selat Hormuz,” ungkapnya dalam keterangan tertulis di Jakarta.
Kapal tanker dan kapal kontainer juga dikatakan menghindari jalur air tersebut karena perusahaan asuransi telah membatalkan pertanggungan mereka untuk kapal-kapal itu.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!