Ribuan Warga Afghanistan Mengungsi Akibat Konflik dengan Pakistan
📅 Rabu, 04 Mar 2026, 02:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AFP
KABUL - Lebih dari 8.000 warga Afghanistan terpaksa harus meninggalkan rumah mereka akibat pertempuran dengan pasukan Pakistan di sepanjang perbatasan dalam beberapa hari terakhir, kata pemerintah Taliban pada Selasa (3/3).
Kedua negara tetangga tersebut telah bentrok di sepanjang perbatasan sejak Kamis (26/2) lalu, ketika Afghanistan melancarkan serangan perbatasan sebagai balasan atas serangan udara Pakistan.
Islamabad membalas di sepanjang perbatasan dan dengan serangan udara baru, membom beberapa lokasi termasuk bekas pangkalan udara AS di Bagram, Ibu Kota Kabul, dan Kota Kandahar di selatan.
"Akibat pemboman dan serangan brutal ini, 8.400 keluarga kami telah mengungsi, terpaksa meninggalkan desa dan rumah mereka," kata wakil juru bicara pemerintah Afghanistan, Hamdullah Fitrat, dalam sebuah konferensi pers.
Kementerian Pertahanan Afghanistan melaporkan serangan ofensif dan balasan yang luas dan berat terjadi di tujuh provinsi selama sehari terakhir. Pemerintah sebelumnya mengakui adanya serangan udara untuk pertama kalinya di Bagram.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Ya, musuh juga menargetkan Bagram, tetapi tidak ada korban jiwa atau kerusakan," kata juru bicara Kementerian Pertahanan, Enayatullah Khowarazmi.
Sumber-sumber keamanan Pakistan mengatakan serangan di Bagram didasarkan pada intelijen yang kredibel untuk mengganggu pasokan peralatan dan perbekalan penting bagi tentara dan militan Afghanistan yang memerangi pasukan Pakistan di sepanjang perbatasan.
Mereka mengatakan Pakistan berhak untuk menanggapi agresi pemerintah Taliban di sepanjang perbatasannya dengan menyerang target yang sah pada waktu dan tempat yang dipilihnya sendiri.
Sebaiknya Anda baca juga:
Jet tempur Pakistan juga melakukan serangan udara malam hari di atas Kabul, kata sumber keamanan lain kepada AFP.
Targetkan Militan
Konfirmasi Islamabad bahwa pesawatnya terbang di atas ibu kota Afghanistan datang beberapa jam setelah wartawan AFP di kota itu mendengar beberapa ledakan. Ledakan-ledakan itu terdengar bersamaan dengan suara senjata antipesawat dan tembakan dari seluruh kota.
Seorang jurnalis AFP di Kota Jalalabad, yang terletak di antara Kabul dan perbatasan, melaporkan mendengar ledakan dan berbagai senjata yang ditembakkan.
Di pos perbatasan terdekat, sekitar 50 kilometer dari Jalalabad, warga di Torkham mengatakan kepada AFP bahwa pertempuran yang telah berlangsung selama beberapa hari masih berlanjut.
Pemerintah Afghanistan mengatakan setidaknya 39 warga sipil telah tewas sejak Kamis.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!