Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Seoul Galakkan Konsep Kota Teduh untuk Manjakan Warga

📅 Kamis, 20 Agu 2026, 01:52 WIB | Oleh:
Seoul Galakkan Konsep Kota Teduh untuk Manjakan Warga Doc: AFP/ED JONES

ISTANBUL - Pemerintah Kota Seoul, ibu kota Korea Selatan pada Rabu (19/8) mengumumkan inisiatif perkotaan baru untuk menetapkan "hak atas keteduhan" sebagai kebijakan dasar kota, demikian laporan harian The Korea Times.

Rencana itu bertujuan menjamin jalur pejalan kaki yang teduh dan berkesinambungan di seluruh area ibu kota, dengan menjadikan akses atas kesejukan sebagai layanan publik yang penting, bukan sekadar hak istimewa berdasarkan lokasi geografis.

Setelah menjalankan program percontohan di 10 wilayah pada tahun depan, pemerintah kota berencana menerapkan inisiatif tersebut di seluruh penjuru kota mulai 2028.

"Gelombang panas bukan lagi sekadar gangguan sementara yang bisa ditanggung warga selama beberapa hari. Seiring dengan meningkatnya intensitas dan durasinya, gelombang panas kini menjadi bencana rutin yang mengancam nyawa dan keselamatan warga," kata Wali Kota Seoul, Oh Se-hoon, dalam konferensi pers.

Melalui kerangka kerja itu, pemerintah kota akan menghubungkan berbagai titik teduh, seperti pohon berkanopi lebar, bayangan bangunan, tenda lipat, kanopi, dan taman, menjadi koridor pejalan kaki yang menyambung tanpa putus, menghubungkan kawasan permukiman dengan stasiun kereta bawah tanah, sekolah, pasar, dan rumah sakit.

Inisiatif itu muncul di tengah jumlah korban akibat cuaca panas di seluruh Korea Selatan yang melonjak tajam.

Menurut Kementerian Dalam Negeri, hingga Senin (17/8), tercatat 31 orang meninggal dunia akibat penyakit terkait panas di tingkat nasional tahun ini; angka itu melampaui total 23 kematian yang tercatat sepanjang tahun lalu.

Selain itu, sebanyak 3.439 orang telah menderita penyakit akibat cuaca panas pada tahun ini.

Sebuah studi pemerintah kota terhadap lebih dari 67.000 trotoar di Seoul mengungkapkan bahwa jalur pejalan kaki terpapar sinar matahari langsung rata-rata selama empat jam 21 menit setiap harinya, dengan paparan sinar matahari langsung lebih dari enam jam terjadi di hampir 28 persen ruas jalan.

Data dari Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA) menunjukkan bahwa jalan raya dan trotoar menjadi lokasi paling umum yang menyebabkan penyakit akibat panas di Seoul, mencakup 31,4 persen dari kasus yang dilaporkan antara 2023 dan 2025. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Teknologi Makin Canggih, Kenapa Hilirisasi Indonesia Masih Tersendat?
    Preview komentar:
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai kendala hilirisasi; dari ...
  • Ambisi Semikonduktor Nasional Terhalang Ekosistem Industri
    Preview komentar:
    Tantangan mendasar yang dipaparkan secara tajam dalam artikel ...
  • Pemprov Kaltara Dorong UMKM Dilibatkan dan Masuk Kawasan Industri
    Preview komentar:
    Langkah strategis Pemprov Kaltara memfasilitasi UMKM lokal untuk ...
Luar Negeri
Perubahan Iklim Picu Laut E...
Olahraga
Target Podium Ana/Trias Mak...
Olahraga
Pogba dan AS Monaco Putus K...
Menteri Ekraf Apresiasi Pameran SBY Art Community Jadi Ruang Kolaborasi Global

Menteri Ekraf Apresiasi Pameran SBY Art Community Jadi Ruang Kolaborasi Global

19 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.