Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rano Karno Terinspirasi Kopenhagen Kelola Sampah Secara Terintegrasi

📅 Selasa, 19 Mei 2026, 15:46 WIB | Oleh:
Rano Karno Terinspirasi Kopenhagen Kelola Sampah Secara Terintegrasi Doc: ANTARA/HO-Pemprov DKI Jakarta
Ket. Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno meninjau fasilitas pengolahan sampah Copen Hill di Kopenhagen, Denmark, Minggu (17/5).

JAKARTA -- Wakil Gubernur DKI Jakarta terinspirasi fasilitas pengolahan sampah di Copen Hill, Kopenhagen, Denmark, yang menerapkan sistem pengelolaan sampah modern yang terintegrasi dan ramah lingkungan. 

“Teknologinya sangat maju. Tidak hanya mengolah sampah menjadi energi, sisa pembakarannya juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan campuran aspal," kata Rano dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa. 

Dia mengatakan pengelolaan sampah di Copen Hill menunjukkan fasilitas lingkungan dapat dibangun secara modern, efisien, sekaligus terbuka bagi publik.

"Yang menarik, kawasan ini dirancang ramah bagi masyarakat, ada area edukasi, kafe, hingga arena ski rumput. Jadi, fasilitas lingkungan tidak lagi dipandang sebagai tempat yang tertutup dan kumuh,” ujar Rano.

Menurut dia, pengalaman Kopenhagen menjadi inspirasi penting bagi Jakarta yang saat ini berupaya mempercepat pengurangan dan pengolahan sampah perkotaan secara berkelanjutan.

Dia menegaskan keberhasilan pengelolaan sampah tetap harus dimulai dari perubahan perilaku masyarakat dalam memilah sampah dari sumbernya.

“Pemilahan sampah di hulu adalah kunci. Teknologi bisa dibangun, tetapi keberhasilannya sangat ditentukan oleh partisipasi warga. Dengan komitmen bersama antara pemerintah dan masyarakat, Jakarta memiliki peluang besar untuk mengurangi persoalan sampah kota,” tutur Rano. 

Di fasilitas pengolahan sampah Copen Hill, Kopenhagen, kata dia, sampah yang telah dipilah kemudian diolah melalui teknologi waste-to-energy.

Sampah dibakar pada suhu tinggi hingga 1.000 derajat Celsius untuk menghasilkan uap panas yang kemudian menggerakkan turbin pembangkit listrik.

Energi yang dihasilkan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan listrik dan pemanas bagi sekitar 100 ribu-150 ribu rumah tangga di Kota Kopenhagen.

Fasilitas yang mulai beroperasi pada 2017 itu mampu mengolah sekitar 440 ribu-610 ribu ton sampah setiap tahun. Dari proses tersebut, Copen Hill menghasilkan sekitar 283 GWh listrik dan 1.383 GWh energi panas.

Sementara itu, limbah makanan yang diolah di fasilitas terpisah dimanfaatkan untuk menghasilkan biogas bagi kebutuhan masyarakat.

Manajemen Copen Hill menyebutkan keberhasilan pengolahan sampah tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga kedisiplinan masyarakat dalam memilah sampah sejak dari rumah.

“Kami menerapkan pemilahan sampah sejak dari rumah tangga dengan 10 kategori. Sampah makanan diproses di fasilitas berbeda, sedangkan sampah rumah tangga dipisahkan antara kaca, plastik, serta logam sebelum diolah menjadi energi,” ungkap Flemming G Nielsen dari Amager Resource Center, pengelola Copen Hill. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Teknologi Makin Canggih, Kenapa Hilirisasi Indonesia Masih Tersendat?
    Preview komentar:
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai kendala hilirisasi; dari ...
  • Ambisi Semikonduktor Nasional Terhalang Ekosistem Industri
    Preview komentar:
    Tantangan mendasar yang dipaparkan secara tajam dalam artikel ...
  • Pemprov Kaltara Dorong UMKM Dilibatkan dan Masuk Kawasan Industri
    Preview komentar:
    Langkah strategis Pemprov Kaltara memfasilitasi UMKM lokal untuk ...
Nasional
Rapat Evaluasi atas Kecelak...

Capaian Kinerja Dewan Pers

1.5 jam yang lalu | Ones

Nasional
Capaian Kinerja Dewan Pers

Perusakan dan Pengupasan Kulit Pohon di Bandung

1.5 jam yang lalu | Winoto Wahyu

Daerah
Perusakan dan Pengupasan Ku...
Luar Negeri
AS-Korsel Persingkat Latiha...
Luar Negeri
IAEA Temukan Berton-Ton Mat...
Luar Negeri
Russia dan Ukraina Saling T...
Luar Negeri
Seoul Galakkan Konsep Kota ...
Menteri Ekraf Apresiasi Pameran SBY Art Community Jadi Ruang Kolaborasi Global

Menteri Ekraf Apresiasi Pameran SBY Art Community Jadi Ruang Kolaborasi Global

19 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.