Gudang-gudang di Jobodetabek Cukup Laris
📅 Kamis, 20 Agu 2026, 01:10 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – Sampai kuartal kedua ini, sektor pergudangan modern Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi ( Jabodetabek) masih menunjukkan ketahanan. Situasi ini bagus karena sebenarnya terjadi perlambatan ekonomi makro. “Hal itu tecermin dari tingkat okupansi yang mencapai sekitar 95 persen,” tutur Country Head and Head of Logistics & Industrial Jones Lang LaSalle (JLL) Indonesia, Farazia Basarah, Rabu.
Dia mengatakan permintaan pergudangan masih aktif, didorong oleh aktivitas manufaktur, perdagangan, dan e-commerce. Permintaan tersebut juga berasal dari berbagai sektor, antara lain operator last-mile delivery, perusahaan logistik pihak ketiga (third-party logistics/3PL), fast-moving consumer goods (FMCG), serta industri perangkat listrik dan elektronik.
“Dari jumlah permintaan logistik, okupansinya masih di 95 persen. Masih banyak logistik dan e-commerce yang cukup aktif. Kami juga melihat dari cold storage pertumbuhannya terus meningkat,” kata Farazia.
Pada kuartal II 2026, JLL mencatat pasokan baru pergudangan modern di Jabodetabek mencapai 75.500 meter persegi, sedangkan permintaan bersih (net demand) tercatat 35.600 meter persegi. Dengan perkembangan tersebut, tingkat okupansi pergudangan modern di Jabodetabek mencapai 95 persen pada periode yang sama.
Menurut Farazia, aktivitas sektor logistik dan industri juga didukung oleh investasi asing langsung (FDI) yang masih tumbuh. Pada kuartal II 2026, FDI Indonesia tercatat meningkat sekitar 7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sekitar 50 persen investasi tersebut berasal dari sektor manufaktur.
Selain manufaktur, sektor pertambangan menjadi salah satu kontributor utama investasi. Sementara itu, sektor jasa lainnya, termasuk data center, juga menunjukkan peningkatan seiring pertumbuhan kebutuhan infrastruktur digital dan teknologi kecerdasan buatan (AI). Dia menyebutkan salah satu indikator pertumbuhan investasi di sektor logistik terlihat dari transaksi akuisisi sejumlah perusahaan logistik oleh I Squared pada awal Agustus 2026.
Perusahaan investasi infrastruktur yang berbasis di Miami, AS, tersebut telah berinvestasi di Indonesia pada sektor serat optik dan pusat data. Kini, I Squared memperluas portofolionya ke sektor logistik.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!