Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ketulusan Bangladesh Tampung Pengungsi Rohingya Malah Dibalas Cap Bengali oleh Myanmar

1 Kamis, 20 Agu 2026, 01:32 WIB | Oleh:
Ketulusan Bangladesh Tampung Pengungsi Rohingya Malah Dibalas Cap Bengali oleh Myanmar Ketulusan Bangladesh Tampung Pengungsi Rohingya Malah Dibalas Cap Bengali oleh Myanmar Doc: Pexels/MD. Ahsan Mahmud

DHAKA - Bangladesh, pada Rabu (19/8), memprotes tindakan Myanmar yang melabeli etnis Rohingya sebagai “orang Bengali”, kelompok etnis utama di Bangladesh, serta pengakuan Myanmar yang hanya menganggap sebagian dari komunitas tersebut memenuhi syarat untuk kemungkinan repatriasi.

Kementerian Luar Negeri Bangladesh menyampaikan kekhawatiran tersebut dalam sebuah pernyataan, dengan menegaskan bahwa "satu-satunya solusi berkelanjutan bagi krisis ini terletak pada repatriasi warga Rohingya ke Rakhine yang aman, bermartabat, dan sukarela."

Lebih dari 1,2 juta warga Rohingya telah mengungsi di distrik Cox's Bazar, wilayah tenggara Bangladesh, sejak Agustus 2017 - saat ratusan ribu orang melarikan diri dari tindakan keras militer yang brutal di Myanmar - menurut data terbaru badan pengungsi PBB hingga Juli.

Dalam sebuah pernyataan pada Sabtu (15/8), Kementerian Luar Negeri Myanmar menyebut para pengungsi tersebut sebagai "orang Bengali" dan menyatakan telah memverifikasi 308.975 pengungsi sebagai mantan penduduk negara bagian Rakhine.

"Myanmar akan menerima kembali para pengungsi yang telah diverifikasi sebagai mantan penduduk negara bagian Rakhine ketika situasi keamanan di negara bagian Rakhine menjadi lebih stabil," menurut pernyataan pemerintah junta Myanmar.

Kementerian Luar Negeri Bangladesh menyatakan bahwa Md. Toufiq-ur-Rahman, Direktur Jenderal untuk urusan Myanmar, telah bertemu dengan Duta Besar Myanmar U Kyaw Soe Moe di Dhaka menyusul pernyataan tersebut.

Menanggapi pernyataan Kementerian Luar Negeri Myanmar, Rahman mengatakan bahwa beberapa poin didasarkan pada statistik yang keliru, termasuk mengenai jumlah pengungsi Rohingya.

Diplomat Bangladesh tersebut juga menegaskan bahwa Rohingya bukanlah "orang Bengali," seraya menyatakan bahwa mereka memiliki identitas etnis sendiri yang sebelumnya diakui oleh otoritas Myanmar hingga baru-baru ini.

Rahman mengatakan bahwa data mengenai warga Rohingya yang terdaftar dalam sistem PBB mencerminkan jumlah mereka yang sebenarnya, dan dia mendesak Myanmar untuk mempercepat proses verifikasi berdasarkan instrumen bilateral yang telah disepakati.

Dia juga meminta Myanmar untuk mempertimbangkan anak-anak yang lahir di kamp pengungsian serta pendatang baru yang terpaksa melarikan diri dari negara bagian Rakhine setelah 2017.

Duta Besar Moe meyakinkan pihak Bangladesh bahwa dia akan menyampaikan kekhawatiran Dhaka tersebut kepada otoritas Myanmar. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
Olahraga
Cleveland Cavaliers Libas M...

Kemendag Dorong Mahasiswa Jadi Eksportir Muda

51 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Kemendag Dorong Mahasiswa J...
Megapolitan
BPBD Bogor: Fenomena Tanah ...
Luar Negeri
AS Pilih Pakistan untuk Men...
Daerah
Badan Geologi: Gunung Anak ...
Advertisement
Empat Tips Mengatur Pengeluaran agar Tidak Boros saat Sering Bayar Pakai QRIS

Empat Tips Mengatur Pengeluaran agar Tidak Boros saat Sering Bayar Pakai QRIS

01 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.