Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kelola Faktor Geopolitik Agar Tidak Jadi Risiko yang Menekan APBN

📅 Rabu, 04 Mar 2026, 01:10 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Kelola Faktor Geopolitik Agar Tidak Jadi Risiko yang Menekan APBN Doc: istimewa
Ket. Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menyatakan Kementerian Keuangan secara rutin melakukan stress test terhadap berbagai skenario global

JAKARTA - Pemerintah menyatakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 siap menyangga efek gejolak global dengan defisit tetap terjaga di bawah tiga persen. 

Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menyatakan Kementerian Keuangan secara rutin melakukan stress test terhadap berbagai skenario global, termasuk potensi kenaikan harga minyak dan pelemahan rupiah.

“Stress-test yang kami lakukan pada skenario yang cukup plausible itu menunjukkan bahwa defisit masih terjaga di bawah tiga persen, rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) juga masih terjaga,” kata Juda dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (3/3).

Wamenkeu menjelaskan setiap kenaikan satu dolar AS minyak mentah Indonesia (ICP) berpotensi menambah defisit 6,8 triliun rupiah. Sementara itu, setiap pelemahan 100 rupiah terhadap dollar AS akan berdampak 800 miliar rupiah defisit, dan kenaikan imbal hasil (yield) 0,1 persen berpotensi menambah beban 1,9 triliun rupiah.

Meski begitu, hasil stress test pada skenario yang dinilai cukup kredibel menunjukkan defisit tetap terjaga.

“APBN itu memang didesain dengan prinsip prudent, disiplin, dan fleksibel. Prudent dan disiplin, kami memastikan bahwa defisit di bawah tiga persen,” tambahnya.

Dari sisi pembiayaan, Kementerian Keuangan juga terus melakukan diversifikasi sumber pendanaan guna memperkuat ketahanan fiskal.

Jika sebelumnya pembiayaan global didominasi dollar AS, kini pemerintah memperluas basis investor dan mata uang.

Kemenkeu sendiri menerbitkan surat utang global dalam mata uang euro dan renminbi yang nilainya setara 4,5 miliar dollar AS.

Menurut Juda, imbal hasil untuk surat utang dengan mata uang renminbi berkisar 2-3 persen dan euro 4-5 persen.

“Ini ukurannya masih sangat bagus sekali untuk pasar global kita,” katanya.

Di sisi investasi, pemerintah telah memasukkan proyeksi investasi asing dalam skenario pertumbuhan ekonomi. Selain itu, peran investasi domestik kini juga diperkuat melalui entitas baru pemerintah, yakni Danantara.

Wamenkeu mengatakan bahwa saat ini pemerintah lebih memfokuskan belanja APBN pada konsumsi pemerintah dan penguatan kesejahteraan masyarakat, khususnya kelompok menengah ke bawah.

Sementara, pembiayaan investasi semakin banyak dilakukan melalui Danantara serta dukungan investasi luar negeri. Dengan berbagai instrumen tersebut, Wamenkeu optimistis keseimbangan antara penerimaan dan belanja negara tetap dapat dijaga di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Dari Ramadan hingga Pascaidulfitri: PLN NP Pasok 14,1 GW Listrik, Siagakan 8.898 Personel
    Preview komentar:
    Layanan Call center Neo Bank. Anda wajib, Segera hubungi ...
    Layanan Call center Neo Bank. Anda wajib, Segera hubungi ...
  • Produksi Terus Anjlok, RUU Migas Dituntut Hentikan Tren Penurunan Lifting Minyak
    Preview komentar:
    Berapa WA Neo Bank. Nomor WhatsApp resmi BNC (Neobank) ...
    Berapa WA Neo Bank. Nomor WhatsApp resmi BNC (Neobank) ...
  • Ogah Latih Timnas Senior! Timo Scheunemann Bongkar Alasan Mengejutkan di Balik Keputusannya!
    Preview komentar:
    Berapa WA Bank Neo. Nomor WhatsApp resmi BNC (Neobank) ...
    Berapa WA Bank Neo. Nomor WhatsApp resmi BNC (Neobank) ...
Luar Negeri
Tiga Terluka dalam Puluhan ...
Luar Negeri
Presiden Zelenskyy Tolak Pe...
Megapolitan
Wisatawan ke Bogor Bakal Di...
Nasional
RI Pacu Pembangunan PLTS 30...
Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.