Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

ISPU Banjarbaru Tembus 100, Wamenko Pangan Imbau Warga Pakai Masker Cegah ISPA

📅 Senin, 24 Agu 2026, 00:40 WIB | Oleh:
ISPU Banjarbaru Tembus 100, Wamenko Pangan Imbau Warga Pakai Masker Cegah ISPA Doc: ANTARA/HO-Pemprov Kalsel
Ket. Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq (kiri) saat memimpin penanggulangan titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah kepungan kabut asap di Guntung Damar, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Minggu (23/8).

BANJARBARU - Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq menegaskan bahwa penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan harus berjalan beriringan dengan perlindungan kesehatan masyarakat, Minggu (23/8).

“Kualitas udara menjadi perhatian dalam penanganan karhutla karena berdasarkan informasi, indeks standar pencemar udara (ISPU) telah berada di sekitar 100 mikrogram per meter kubik sehingga kewaspadaan masyarakat perlu ditingkatkan,” kata dia seusai memadamkan titik karhutla di Guntung Damar, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Minggu.

Karena kondisi tersebut, Hanif mengimbau masyarakat di wilayah terdampak asap agar meningkatkan kewaspadaan dan menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap karhutla.

“ISPU di Banjarbaru di angka 100 mikrogram per meter kubik. Jadi dari standar WHO ini tidak sehat,” ujarnya.

Selain mengimbau penggunaan masker, pemerintah daerah setempat, kata dia, juga menyiapkan layanan kesehatan di sejumlah posko lapangan bagi masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan akibat kondisi asap, terutama warga dengan gejala infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Ia meminta masyarakat yang mengalami keluhan kesehatan segera memanfaatkan posko kesehatan yang tersedia untuk mendapatkan penanganan dari petugas Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan.

Oleh karena itu, dia menekankan agar pemadaman karhutla harus dilakukan bersamaan dengan perlindungan kesehatan masyarakat, sehingga penghentian sumber asap berjalan beriringan dengan pencegahan dampak paparan asap terhadap warga di wilayah terdampak.

Ia berharap masyarakat mematuhi imbauan pemerintah selama kondisi asap masih terjadi serta segera mendapatkan pertolongan medis apabila mengalami gangguan kesehatan.

“Yang penting masyarakat menggunakan masker ketika berada di luar dan segera memanfaatkan posko kesehatan apabila mengalami gangguan kesehatan,” ujar Wamenko Hanif.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.