Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kelola Faktor Geopolitik Agar Tidak Jadi Risiko yang Menekan APBN

📅 Rabu, 04 Mar 2026, 01:10 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Fondasi Penting

Pengamat ekonomi dari STIE YKP Yogyakarta, Aditya Hera Nurmoko, menilai pernyataan Kementerian Keuangan mengenai kesiapan APBN 2026 dalam menghadapi gejolak global merupakan sinyal positif bagi stabilitas fiskal nasional.

Menurutnya, praktik stress test yang dilakukan secara rutin menunjukkan adanya kehati-hatian dalam pengelolaan anggaran. Ia menilai batas defisit di bawah tiga persen dan rasio utang yang tetap terjaga menjadi fondasi penting untuk menjaga kepercayaan pasar di tengah ketidakpastian global.

Aditya menambahkan bahwa sensitivitas APBN terhadap kenaikan harga minyak, pelemahan rupiah, maupun kenaikan yield surat utang memang perlu terus dicermati.

Dampak fiskal yang cukup signifikan dari setiap perubahan asumsi makro menunjukkan bahwa ruang fiskal Indonesia tetap memiliki keterbatasan. Karena itu, ia menekankan pentingnya konsistensi dalam menjaga kredibilitas kebijakan, terutama dalam pengendalian belanja dan optimalisasi penerimaan negara agar risiko tidak berkembang menjadi tekanan yang lebih besar.

Ia juga memandang langkah diversifikasi pembiayaan, termasuk penerbitan surat utang dalam euro dan renminbi, sebagai strategi yang tepat untuk memperluas basis investor dan mengurangi ketergantungan pada dollar AS. Namun demikian, menurutnya, penguatan investasi domestik melalui entitas seperti Danantara harus diimbangi dengan tata kelola yang transparan dan akuntabel.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Jakarta Merintis Diri Menjadi Hub Ekonomi Kreatif

27 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jakarta Merintis Diri Menja...
Daerah
Mau Tahu Alasan Dedi Mulyad...
Ekonomi
GoPay Permudah Masyarakat I...
Megapolitan
Waoooww….Warga Bandung ak...
Luar Negeri
Gempa Tibet Tewaskan 16 Ora...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.