Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Trump Kritik Kanada, Perang Dagang Kembali Memanas

📅 Senin, 24 Agu 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Trump Kritik Kanada, Perang Dagang Kembali Memanas Doc: AFP/SAUL LOEB
Ket. Presiden AS Donald Trump pada rapat umum kampanye untuk Senator AS Darline Graham di Myrtle Beach Convention Center di Myrtle Beach, Carolina Selatan, pada 21 Agustus 2026.

Washington – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengecam Kanada setelah Perdana Menteri Mark Carney mengumumkan tarif balasan terhadap produk AS menyusul gagalnya perundingan perdagangan kedua negara.

Dilansir dari AFP, Trump melalui unggahan di Truth Social pada Minggu (23/8) menuding Kanada ingin memperoleh keuntungan layaknya bagian dari AS tanpa benar-benar menjadi negara bagian.

“Kanada menginginkan keuntungan menjadi sebuah Negara Bagian, tanpa menjadi salah satunya!!!” tulis Trump.

Ia juga menyoroti kebijakan tarif Kanada terhadap produk pertanian AS selama bertahun-tahun. “Mereka juga telah mengenakan tarif dalam jumlah besar kepada para petani hebat kami selama bertahun-tahun. Tidak lagi!!!” tambahnya.

Pernyataan Trump tersebut muncul setelah Carney pada Sabtu (22/8) mengumumkan tarif balasan terhadap AS setelah meninggalkan perundingan perdagangan yang dinilai menghasilkan kesepakatan buruk.

Perundingan kedua negara di Washington pada Jumat (21/8) berakhir tanpa kesepakatan. Kondisi itu membuat tarif baru AS sebesar 50 persen berlaku terhadap barang-barang Kanada senilai sekitar 20 miliar dollar AS, atau mencakup 5,5 persen ekspor Kanada ke AS. Produk yang terdampak antara lain stik hoki dan semen.

“Kita berada dalam perang ketika kita diserang. Kita diserang,” kata Carney.

Tarif balasan Kanada akan menyasar sejumlah produk AS, termasuk baja dan produk susu, dan mulai berlaku pada 8 September. Carney mengatakan rincian lebih lanjut mengenai kebijakan tersebut akan diumumkan pekan depan.

Sebelumnya, Trump mengatakan Washington seharusnya dapat mencapai kesepakatan dengan Kanada karena memiliki hubungan baik dengan Carney. Namun, Carney mengatakan sejumlah persyaratan baru yang diajukan AS pada tahap akhir perundingan tidak dapat diterima.

“Dalam beberapa hari terakhir, AS mengusulkan persyaratan baru yang tidak ekonomis, tidak adil, dan merusak manfaat bersih bagi Kanada, serta mempertanyakan keandalan kesepakatan apa pun,” kata Carney di Ottawa.

“Kami tidak dapat menerima apa yang mereka tawarkan dan kami tidak akan memberikan apa yang mereka minta,” ujarnya.

Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer mengatakan AS sebelumnya menawarkan pengurangan tarif terhadap baja, aluminium, dan kendaraan Kanada, serta penghapusan tarif baru terhadap kayu Kanada. Menurut Greer, tawaran tersebut akan memberikan Kanada perlakuan paling istimewa dibandingkan mitra dagang AS lainnya.

Namun, Greer mengatakan Washington kini bersiap mengambil langkah untuk merespons tarif balasan Kanada. Belum ada perundingan baru yang dijadwalkan.

Tekanan Ekonomi Meningkat

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Mobil Tabrak Kerumunan Oran...
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.