Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

AS Klaim Hancurkan 11 Kapal Iran di Teluk Oman

📅 Rabu, 04 Mar 2026, 01:00 WIB | Oleh:
AS Klaim Hancurkan 11 Kapal Iran di Teluk Oman Doc: AFP/Citra satelit ©2026 Vantor
Ket. Citra satelit Vantor memperlihatkan kapal-kapal yang hancur dan tenggelam serta bangunan-bangunan yang rusak di Pangkalan Angkatan Laut Konarak, Iran selatan di sepanjang Teluk Oman.

ISTANBUL - Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) pada Senin (2/3) menyatakan bahwa 11 kapal Iran yang beroperasi di Teluk Oman telah dihancurkan.

“Dua hari lalu, rezim Iran memiliki 11 kapal di Teluk Oman. Hari ini, mereka memiliki nol,” tulis CENTCOM melalui platform media sosial X.

CENTCOM menyatakan Iran telah mengganggu dan menyerang pelayaran internasional di Teluk Oman selama beberapa dekade. Komando itu juga berjanji akan terus mempertahankan kebebasan navigasi maritim.

“Masa-masa itu telah berakhir,” ungkap CENTCOM.

Sementara itu, Iran belum mengkonfirmasi kerugian tersebut.

Pengumuman CENTCOM itu disampaikan setelah Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, pada Minggu (1/3) mengatakan bahwa sembilan kapal Angkatan Laut Iran telah ditenggelamkan, termasuk beberapa yang ia gambarkan sebagai relatif besar dan penting.

Trump kemudian memperbarui jumlah kapal yang ia maksud menjadi 10 pada Senin. Selain itu, Trump juga mengatakan bahwa markas Angkatan Laut Iran telah sebagian besar dihancurkan.

Citra satelit terbaru dari konflik yang sedang berlangsung dengan Iran menunjukkan kapal angkatan laut terbesar negara itu terbakar di sebuah pelabuhan militer. Citra satelit yang diambil pada Senin oleh perusahaan pencitraan komersial AS Planet Labs PBC menunjukkan kepulan asap besar yang naik dari apa yang diidentifikasi oleh para analis sebagai IRINS Makran di Pelabuhan Bandar Abbas, sebuah kota pelabuhan Iran yang berdekatan dengan Selat Hormuz.

Makran adalah salah satu dari beberapa kapal Angkatan Laut Iran yang dulunya merupakan kapal sipil biasa. Dalam beberapa tahun terakhir, Teheran telah mengubah beberapa kapal kontainer menjadi kapal pengangkut drone yang dimiliterisasi.

Sementara citra satelit komersial yang diambil oleh perusahaan intelijen spasial AS, Vantor, pada Minggu (1/3) menunjukkan kapal-kapal yang hancur dan tenggelam, serta bangunan-bangunan yang rusak di pangkalan Angkatan Laut Iran di Konarak.

Kampanye serangan terhadap angkatan laut ini merupakan bagian dari operasi militer gabungan AS-Israel yang dimulai pada Sabtu (28/2). Operasi militer itu sendiri telah menewaskan sejumlah pejabat senior Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

“Serangan AS awalnya difokuskan pada Angkatan Laut Iran, fasilitas komando dan kendali, infrastruktur intelijen, dan lokasi misil balistik” kata Jenderal Dan Caine, ketua Kepala Staf Gabungan, kepada wartawan pada Senin.

Pesawat AS dan Israel juga telah menargetkan pertahanan udara Iran, membuka jalan bagi kedua militer untuk mengamankan superioritas udara di sebagian besar wilayah negara tersebut.

Citra satelit tambahan menunjukkan kerusakan yang meluas di seluruh Iran, termasuk di pangkalan drone dan udara, kompleks resmi, pangkalan misil dan infrastruktur militer lainnya, seperti sistem radar yang juga terkena serangan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Pemkot Kembali Gelar Bulan Belanja Bandung 2026

51 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
Pemkot Kembali Gelar Bulan ...
Daerah
Mahasiswa UB Asal Madagaska...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
OJK Sebut Ada 8 Pinjol yang Masuk Pengawasan Khusus

OJK Sebut Ada 8 Pinjol yang Masuk Pengawasan Khusus

07 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.