Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sepekan ke Depan, NTB Berpotensi Diguyur Hujan Lebat dan Petir

📅 Senin, 02 Mar 2026, 12:40 WIB | Oleh:
Sepekan ke Depan, NTB Berpotensi Diguyur Hujan Lebat dan Petir Doc: Antara Foto
Ket. Warga memancing di pinggiran pantai Ampenan, Mataram. masyarakat untuk mewaspadai terjadinya potensi gelombang laut yang dapat mencapai empat meter di perairan Selat Lombok Bagian selatan, Selat Alas bagian selatan dan Samudra Hindia di bagian selatan NTB.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir serta angin kencang di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) selama sepekan ke depan.

Prakirawan Stasiun Meteorologi BMKG NTB Rafa Zafirah Istiqomah mengatakan cuaca ekstrem itu diprakirakan berlangsung mulai 2 hingga 8 Maret 2026.

"Selama tujuh hari ke depan, cuaca NTB umumnya diprakirakan cerah berawan hingga hujan lebat," kata dia di Mataram, Senin.

Rafa menuturkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi disertai sambaran petir dan angin kencang dengan kecepatan maksimum mencapai 35 kilometer per jam.

Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Kota Mataram, Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Lombok Utara, Sumbawa Barat, Sumbawa, Dompu, Bima, hingga Kota Bima.

Berdasarkan analisa BMKG, dinamika atmosfer yang memicu kondisi cuaca ekstrem tersebut antara lain kemunculan pusat tekanan rendah dan bibit siklon tropis di sekitar wilayah Indonesia.

Bibit siklon tropis 90S terpantau berada di Samudera Hindia sebelah barat daya Pulau Jawa yang perlahan bergerak ke arah timur. Sedangkan, pusat tekanan rendah muncul di Teluk Carpentaria, Australia.

Selain bibit badai tropis dan pusat tekanan rendah ada pula konvergensi dan belokan angin yang mendukung pertumbuhan awan hujan di Nusa Tenggara Barat.

Berbagai fenomena gangguan atmosfer tersebut berpotensi menimbulkan gelombang tinggi di sejumlah perairan selatan NTB yang dapat mencapai dua meter atau lebih, terutama Selat Lombok bagian selatan, Selat Alas bagian selatan, Selat Sape bagian selatan, perairan selatan Sumbawa, serta Samudra Hindia selatan NTB.

Selama periode 2-8 Maret 2026, suhu udara di NTB diprediksi berkisar antara 22 hingga 32 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan udara relatif tinggi mencapai 62 hingga 100 persen.

"Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak cuaca ekstrem, terutama saat pagi hingga dini hari." 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Nasional
Jepang Kirim Chinook Bantu ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.