Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

DPD RI Minta Presiden Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis

📅 Minggu, 01 Mar 2026, 17:06 WIB | Oleh: Tim Penulis
DPD RI Minta Presiden Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis Doc: Antara
Ket. Wakil Komite I Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Muhdi.

Semarang - Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI meminta pemerintah, khususnya Presiden, untuk mendengarkan laporan masyarakat mengenai pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lapangan.

"Kalau saya mengikuti media sosial dan kebetulan juga mengecek di sekolah memang kami prihatin ya," kata Wakil Ketua Komite I DPD RI Muhdi di Semarang, Minggu (1/3).

Keprihatinannya didasari atas sejumlah hal, yakni makanan yang disajikan jauh dari bayangan makanan yang bergizi, sebagaimana ingin dipenuhi pemerintah lewat program MBG.

"Karena kalau kita lihat makanannya itu roti yang standar bawah. Kalaupun ada buah ya kelasnya pisang misalkan, lalu kacang kadang-kadang. Ada paling telur satu kadang-kadang," katanya.

Menurut dia, persoalan tersebut menimbulkan pertanyaan apakah Badan Gizi Nasional (BGN) tidak memberikan panduan makanan yang dibagikan, khususnya pada bulan puasa ini.

Khusus pada bulan puasa, ia mengingatkan bahwa siswa sekolah dasar (SD) sudah mulai berlatih puasa, tetapi tetap diberikan makanan sehingga mengganggu, apalagi datangnya pagi hari.

"Saya kira perlu dipertimbangkan. Perlukah kalau bulan puasa diberikan atau perlukah dengan cara yang lain? misalkan kalau banyak masyarakat dengan uang aja sudah," katanya.

Ia berharap, satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) jangan mempermainkan program MBG dengan memberikan menu yang justru tidak memenuhi nilai gizi yang dipersyaratkan.

Sebab, kata Muhdi yang juga Ketua PGRI Jawa Tengah itu, kepercayaan masyarakat akan turun luar biasa terhadap pelaksanaan program MBG yang sebenarnya tujuannya baik.

Dampak lain, kata dia, akhirnya banyak makanan MBG yang tidak termakan oleh siswa sehingga terbuang mubazir.

Berkaitan dengan banyak laporan masyarakat terkait menu MBG yang didapatkan anaknya tidak sesuai standar, ia berharap, Presiden untuk mendengarkan.

"Apalagi kalau lihat medsos itu kan ngeri betul sekarang. Dan kepada Pak Presiden saya berharap Bapak harus melihat realitas ini. Jangan hanya misalkan mendengar dari kepala BGN-nya saja yang mengatakan lele utuh dan sebagainya," katanya.

Tentunya, kata dia, masyarakat sekarang lebih kritis melaporkan apa yang mereka alami, termasuk menyangkut program MBG yang didapatkan anaknya sehingga bisa dijadikan sebagai masukan.

Senator asal Jateng itu berharap, pemerintah melakukan evaluasi atau penataan ulang program MBG agar sesuai tujuan dan sesuai dengan sasaran.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...

Trump Desak Putin dan Zelenskyy Sepakati Perdamaian

22 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Trump Desak Putin dan Zelen...

Janice Tjen Melaju ke Babak 16 Besar Wuhan Open 2026

38 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Olahraga
Janice Tjen Melaju ke Babak...
Advertisement
Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

14 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.