Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tiongkok Kritik Sanksi Baru Inggris Terhadap Russia

📅 Kamis, 26 Feb 2026, 03:51 WIB | Oleh:
Tiongkok Kritik Sanksi Baru Inggris Terhadap Russia Doc: ANTARA/Desca Lidya Natalia
Ket. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Mao Ning.

BEIJING, TIONGKOK - Pemerintah Tiongkok menyampaikan kritiknya terhadap penerapan paket sanksi baru oleh Inggris terhadap Russia terkait dengan krisis Ukraina.

"Tiongkok menentang sanksi sepihak yang tidak memiliki dasar dalam hukum internasional atau otorisasi Dewan Keamanan PBB. Kami sangat menyesalkan langkah-langkah terkait dari Inggris," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Mao Ning dalam konferensi pers di Beijing, Rabu (25/2).

Pada Selasa (24/2), Inggris mengumumkan hampir 300 sanksi baru dengan paket sanksi "terbesar" mereka, yang menargetkan aliran pendapatan penting Russia, termasuk sektor energi dan pemasok militer.

Kementerian Luar Negeri Inggris dalam pernyataannya mengatakan sanksi tersebut, yang diumumkan pada peringatan keempat Perang Ukraina, merupakan paket sanksi terbesar terhadap Russia dalam periode ini.

"Mengenai krisis Ukraina, Tiongkok selama ini telah mempromosikan pembicaraan untuk perdamaian dan secara ketat mengontrol ekspor barang-barang dwiguna. Pertukaran dan kerja sama normal antara Tiongkok dan Russia tidak boleh terganggu atau terpengaruh," tambah Mao Ning.

Tiongkok, kata Mao Ning, akan melakukan apa yang diperlukan untuk membela hak dan kepentingannya yang sah dan sesuai hukum.

Paket sanksi dari Inggris tersebut menargetkan salah satu perusahaan minyak terbesar di dunia, PJSC Transneft, yang bertanggung jawab untuk mengangkut lebih dari 80 persen ekspor minyak Russia.

Langkah-langkah baru itu juga menargetkan jaringan perdagangan minyak rahasia Russia, dengan memberikan sanksi kepada 175 perusahaan yang terkait dengan kelompok minyak "2Rivers", salah satu operator armada bayangan terbesar di dunia dan pedagang utama minyak mentah Russia.

Sanksi kemudian menargetkan 49 entitas dan individu, termasuk pemasok internasional drone, komponen, dan teknologi Russia, serta pelaku teror di sektor gas alam cair Russia.

Selain itu, sembilan bank yang menangani pembayaran lintas batas Russia juga termasuk dalam paket sanksi tersebut.

"Inggris hari ini telah mengambil tindakan tegas untuk mengganggu pendanaan penting, peralatan militer, dan aliran pendapatan yang menopang agresi Russia, dalam serangkaian langkah terbesar kami sejak bulan-bulan awal invasi," kata Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper.

“Hari ini saya berada di Kiev mengumumkan pendanaan sebesar £30 juta (681,6 miliar rupiah) untuk memperkuat ketahanan energi Ukraina dan mendukung pemulihan, sehingga total dukungan Inggris mencapai £21,8 miliar (495,3 triliun rupiah) sejak awal perang,” katanya.

Ia menuturkan, Inggris akan terus mendukung rakyat Ukraina dan membela keamanan Eropa, karena "keamanan Ukraina adalah keamanan kita." Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kemenperin akan Gunakan Nilai Tambah untuk Ukur Kinerja Manufaktur
    Keberhasilan Indonesia menempati peringkat ke-12 dunia sekaligus memimpin ...
  • Kemenperin akan Arahkan Industri 2027 pada Hilirisasi dan Industri Hijau
    Prestasi Indonesia yang berhasil naik ke peringkat 12 ...
  • Pria tanpa identitas Tewas Tersengat Listrik saat Curi Kabel LRT
    Wajar sih kalau mati, justru aneh klo tidak ...
  • Meski Melambat, Industri Tetap Ekspansi! Kemenperin: Ini 2 Sektor Paling Moncer
    Meskipun data Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Agustus 2026 ...
  • Kawasan Industri Tak Lagi Kompetitif, Investor Mulai Melirik Vietnam
    Meskipun banyak pabrik di Indonesia kini mulai beralih ...
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar
Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp78.100/...
Daerah
Keracunan 448 Bukan Angka K...
Advertisement
Minta Laporan Penanggulangan Karhutla, Presiden Prabowo Panggil Panglima-Kapolri

Minta Laporan Penanggulangan Karhutla, Presiden Prabowo Panggil Panglima-Kapolri

02 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.