Euforia Padel di DKI Jakarta Tak Terbendung, Protes Warga Kian Deras
📅 Kamis, 26 Feb 2026, 13:45 WIB | Oleh: SriyonoKehadiran media sosial turut mempercepat pertumbuhan olahraga ini. Informasi tentang lokasi bermain, tips permainan, hingga jadwal turnamen lokal dapat dengan mudah diakses oleh siapa saja. Bahkan, dukungan dari sponsor serta pemerintah daerah mulai terlihat dengan pembangunan lapangan dan fasilitas pendukung.
Olahraga padel telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat modern yang menghargai kesehatan, interaksi sosial, dan tantangan fisik yang menyenangkan. Dengan terus bertumbuhnya komunitas serta dukungan berbagai pihak, padel diprediksi akan semakin besar dan berkontribusi pada kemajuan olahraga tanah air.
Munculnya polemik
Di tengah popularitas padel yang kian meroket, polemik satu persatu muncul di media sosial. Banyak masyarakat yang mengeluh terganggu akibat lapangan padel yang dibangun di dekat pemukiman mereka.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tak main-main, bahkan ada pula warga yang membawa persoalan tersebut hingga Pengadilan Tata Usaha Negara. Mereka adalah warga Pulomas, Kayu Putih, Pulogadung, Jakarta Timur.
Mereka mengeluh kebisingan oleh suara teriakan dan pantulan bola dari lapangan padel itu. Tak hanya itu, mereka juga mengeluhkan terganggunya arus jalan di sekitar pemukiman karena para pemain padel memarkirkan kendaraan sembarangan.
Salah satu warga, Ratna, mengatakan, pembangunan lapangan tersebut dimulai pada Juni 2024. Awalnya, warga mengira bangunan itu digunakan untuk kepentingan pribadi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun pada November 2024, saat dilakukan pembukaan, warga dan pengurus lingkungan kebingungan karena merasa tidak pernah dimintai persetujuan pembangunan lapangan dari pengelola.
Karena tidak mendapat kejelasan, warga mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) terkait izin mendirikan bangunan.
“Nah, selama berjalannya sidang, kita akhirnya tahu bahwa, bukti dari Pemerintah Kota (Pemkot) justru. Wali Kota mengeluarkan bukti ada, dikeluarkannya SP satu, SP dua, SP tiga, SP pembongkaran (lapangan)," kata Ratna.
Surat peringatan (SP) sudah diterbitkan pada bulan Mei 2025, setelah operasional lapangan berjalan.
Ratna mengaku sejak 2024 lapangan padel tersebut kerap menimbulkan kebisingan dan membuat warga tidak nyaman.
"Mobil banyak banget yang lewat gitu kan. Mungkin ada kali sekitar 100 sampai 150 mobil yang lewat. Belum lagi kalau mereka antar jemput kan jadi double, bolak-balik gitu kan. Nah terus, ya udah akhirnya warga ngerasa keganggu gara-gara juga ada turnamen, ramai banget," jelas Ratna.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!