Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Euforia Padel di DKI Jakarta Tak Terbendung, Protes Warga Kian Deras

📅 Kamis, 26 Feb 2026, 13:45 WIB | Oleh:
Euforia Padel di DKI Jakarta Tak Terbendung, Protes Warga Kian Deras Doc: antara foto
Ket. Aksi penolakan lapangan padel di permukiman Pulomas, Jaktim.

JAKARTA - Padel akhir-akhir ini semakin digandrungi masyarakat sebagai salah satu olah raga baru yang booming. Olahraga yang masuk ke tanah air pada 2010 itu kini menjadi favorit bagi generasi muda dan kaum hawa.

Namun ternyata, menjamurnya lapangan padel di Jakarta menimbulkan polemik di masyarakat. Pasalnya, tak hanya di kawasan komersil, lapangan padel juga banyak dibangun di tengah pemukiman warga.

Jakarta sendiri memiliki 397 lapangan padel yang tersebar di seluruh wilayah. Namun sayangnya, Dinas Citata DKI Jakarta mencatat 185 lapangan padel belum mengantongi izin Persetujuan Pembangunan Gedung (PBG).

Sejarah olahraga padel

Padel pertama kali dimainkan pada tahun 1969 di Acapulco, Meksiko oleh Enrique Corcuera. Terinspirasi dari permainan squash dan tenis, Enrique menciptakan sebuah permainan unik yang ia uji coba sendiri di lapangan rumahnya. Ia menamakan permainan ini sebagai "Paddle Corcuera". Ia kemudian mulai memperkenalkan permainan ini kepada teman-temannya.

Salah satu temannya, Alfonso, melihat potensi dari olahraga ini dan membawanya ke Spanyol. Di sana, padel berkembang pesat dan menjadi salah satu olahraga paling populer. Popularitasnya meluas ke berbagai negara di Eropa dan Amerika Latin.

Pada tahun 1991, berdirilah Federation International de Padel (FIP) di Spanyol. Sejak saat itu, padel tidak hanya menjadi olahraga rekreasi, tetapi juga berkembang menjadi cabang olahraga profesional dengan kejuaraan internasional.

Padel dimainkan oleh dua pasangan (ganda) dalam sebuah lapangan tertutup berukuran 10 x 20 meter, atau 6 x 20 meter untuk permainan tunggal.

Lapangan ini dikelilingi tembok kaca seperti pada permainan squash, yang memungkinkan bola untuk memantul dari dinding. Jaring (net) setinggi 88 cm membentang di tengah lapangan untuk memisahkan kedua sisi pemain.

Raket padel berbeda dengan raket tenis. Bentuknya menyerupai bet tenis meja yang diperbesar dan memiliki lubang-lubang kecil di permukaannya. Sementara itu, bola yang digunakan sangat mirip dengan bola tenis.

Sistem skor yang digunakan juga menyerupai tenis, yaitu 0-15-30, dan pemain dilarang membiarkan bola memantul dua kali di area mereka sendiri. Kecepatan, strategi, serta kelincahan menjadi kunci utama dalam memenangkan permainan ini.

Perkembangan padel di Indonesia tidak terjadi secara instan, melainkan melalui proses adaptasi dan evolusi yang cukup panjang. Sejak pertama kali diperkenalkan, olahraga ini terus mengalami peningkatan dari segi teknik, fasilitas, hingga jumlah pemain. Padel Indonesia kini berdiri sebagai salah satu cabang olahraga modern yang merepresentasikan semangat kebaruan dan inovasi dalam dunia olahraga nasional.

Berbagai klub dan fasilitas mulai dibuka di beberapa kota besar. Komunitas-komunitas padel pun bermunculan, menggelar turnamen, latihan bersama, hingga pelatihan teknik. Hal ini menunjukkan bahwa padel telah menemukan tempatnya di hati masyarakat Indonesia yang mencari olahraga sosial dengan atmosfer menyenangkan tapi tetap kompetitif.

Komunitas padel di Indonesia kini tumbuh dengan pesat. Mereka tidak hanya menjadikan padel sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sebagai media sosial yang menjembatani pertemanan lintas usia dan profesi. Kegiatan seperti fun match, workshop teknik, hingga gathering komunitas menjadi rutinitas yang mempererat hubungan antar pemain.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Produk UMKM Dipromosikan Le...
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.