Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dinkes Kota Madiun Lakukan Uji Sampel Jajanan Takjil Ramadan PKL

📅 Kamis, 26 Feb 2026, 12:44 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dinkes Kota Madiun Lakukan Uji Sampel Jajanan Takjil Ramadan PKL Doc: ANTARA
Ket. Petugas Dinkes Kota Madiun memeriksa kandungan bahan takjil yang dijual oleh PKL di kawasan Bundaran Taman Jalan Taman Praja Kota Madiun, Jatim. Pemeriksaan tersebut untuk menjamin jajanan makanan yang dijual PKL dan juga takjil yang banyak bermunculan di Madiun saat Ramadhan 1447 Hijriah, aman dikonsumsi.

MADIUN – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan KB (Dinkes PPKB) Kota Madiun, Jawa Timur (Jatim), melakukan uji sampel pemeriksaan kandungan bahan makanan takjil yang dijual para Pedagang Laki Lima (PKL) di wilayah setempat dalam momentum Ramadan 1447 Hijriah/2026.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinkes PPKB Kota Madiun, Endria Triningsih Kusdiana, di Madiun, Kamis (26/2), mengatakan pengawasan takjil penting dilakukan guna menjamin keamanan pangan dari kemungkinan  zat berbahaya.

"Pengawasan makanan takjil yang banyak dijual saat momentum Ramadan perlu dilakukan untuk menjamin keamanan pangan berbuka puasa dari bahan berbahaya," ujarnya.

Dalam prosesnya, petugas mengambil sampel berdasarkan kecurigaan terhadap makanan yang berpotensi mengandung bahan berbahaya, seperti boraks pada cilok, sempolan, dan bakso; formalin pada mie, tahu, bakso, cilok, dan sempolan.

Kemudian kemungkinan kandungan rhodamin B pada makanan berwarna merah mencolok, serta metanil yellow pada makanan berwarna kuning mencolok.

"Pengujian dilakukan menggunakan sanitarian kit oleh petugas puskesmas di lokasi. Sementara ini masih dilakukan beberapa pemeriksaan di tempat, kita tunggu hasilnya," kata Endria.

Apabila ditemukan kandungan bahan berbahaya seperti pewarna tekstil rhodamin B atau zat terlarang lainnya, hasil pemeriksaan akan dilaporkan ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan pedagang terkait akan mendapatkan pembinaan apabila hasilnya positif.

Ia menjelaskan idealnya pengawasan dilakukan setiap hari. Namun karena keterbatasan jumlah petugas, waktu, serta perlengkapan reagen pemeriksaan makanan, pihaknya melakukan pengambilan sampel di sejumlah titik penjualan takjil yang besar dan ramai pengunjung.

Sejauh ini pengawasan telah dilakukan di beberapa lokasi strategis, seperti Bundaran Taman Jalan Taman Praja. Nantinya, kegiatan serupa juga digelar di kawasan Taman Lalu Lintas Bantaran dan Lapangan Gulun Kota Madiun untuk memperluas jangkauan pemeriksaan.

Selain pengawasan, Dinkes Kota Madiun juga memberikan edukasi kepada para pedagang takjil tentang kebersihan saat berjualan. Pedagang diimbau berjualan di lingkungan yang bersih dan tidak berdekatan dengan sumber limbah, mengolah pangan dengan benar, serta memperhatikan batas waktu maksimal empat jam sejak makanan matang hingga dikonsumsi.

Dalam pengolahan pangan siap saji, mereka juga diingatkan tidak menggunakan bahan tambahan yang dilarang, disajikan dalam kondisi higienis dan tertutup untuk menghindari kontaminasi debu, serangga, asap kendaraan, maupun droplet. Wadah yang digunakan harus bersih dan berbahan food grade.

Selain itu pedagang diminta mencuci peralatan dengan air bersih mengalir dan sabun, rutin mencuci tangan pakai sabun, mengenakan pakaian bersih, dan disarankan menggunakan celemek serta memakai masker dan sarung tangan saat berjualan.

Setelah selesai berdagang, kata dia, lokasi penjualan juga wajib dibersihkan agar tetap higienis dan tidak menimbulkan bau.

"Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa makanan dan minuman yang dijual tersebut aman dikonsumsi dan tidak menimbulkan efek jangka panjang,sehingga warga Kota Madiun benar-benar percaya bahwa makanan dan minuman yang dibeli tidak mengandung bahan berbahaya," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Gempa Venezuela: Peru Putus...
  • Dua Minggu Hilang, Seekor Jerapah Bernama Gracie Ditemukan Segar Bugar 6 Km dari Kandangnya di Texas
    Preview komentar:
    Siapa juga yang mau nyuri Jerapah :) Dia ...
  • Dalam 3 Tahun Terakhir, 114 Orang Menabrakkan Diri di Jalur Kereta Api
    Preview komentar:
    Mereka adalah korban tekanan hidup dan ketidakberdayaan sbg ...
  • Hasil Pertandingan Grup F Piala Dunia 2026: Jepang Kuntit Belanda Usai Singkirkan Tunisia dengan Skor Telak 4-0
    Preview komentar:
Awas! Modus Baru Judol Lewat Komentar Medsos, Tunggangi Piala Dunia 2026, Ini Temuan Kemkomdigi

Awas! Modus Baru Judol Lewat Komentar Medsos, Tunggangi Piala Dunia 2026, Ini Temuan Kemkomdigi

29 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.