Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Menperin: Pengembangan Industri Kreatif Jadi Pilar Ekonomi Baru Dunia

📅 Minggu, 02 Nov 2025, 14:35 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Menperin: Pengembangan Industri Kreatif Jadi Pilar Ekonomi Baru Dunia Doc: istimewa
Ket. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita didampingi Kepala BPSDMI Doddy Rahadi (kanan) serta Dirjen KPAII Tri Supondy berfoto bersama dengan Sekretaris Jenderal The Organization of African Caribbean and Pacific States (OACPS) Moussa S. Batraki beserta delegasi seusai melakukan pertemuan di Jakarta, Rabu (29/10)

JAKARTA-Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memacu pengembangan industri kreatif sebagai salah satu pilar terkuat dalam struktur ekonomi Indonesia. Apalagi, industri kreatif merupakan kekuatan baru yang tidak hanya berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja, menumbuhkan inovasi, dan memperkuat identitas bangsa.

Pelaku industri kreatif dalam negeri harus dapat menghasilkan berbagai produk yang inovatif dan kompetitif. "Apalagi, Indonesia memiliki potensi pasar yang besar dan didukung dengan kemampuan SDM terampil sehingga diyakini dapat berdaya saing hingga kancah global," kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Minggu (2/11).

Menperin menambahkan, pihaknya aktif memperkuat ekosistem industri kreatif melalui pengembangan SDM, fasilitas pendidikan dan pelatihan vokasi, serta kolaborasi dengan mitra internasional. "Kami ingin Indonesia menjadi pusat ekonomi kreatif, yang berbasis pada talenta unggul dan berdaya saing global," tegasnya.

Selaras dengan arahan Menperin, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin Doddy Rahadi mengungkapkan bahwa pembangunan SDM menjadi kunci dalam mewujudkan industri yang kuat dan berdaya saing. “Karena itu, Kemenperin menempatkan pengembangan SDM kompeten sebagai pondasi utama pembangunan industri nasional,"tegas Doddy.

Dalam rangka mewujudkan hal tersebut, Kemenperin telah memperkuat program pendidikan dan pelatihan vokasi melalui 13 perguruan tinggi vokasi, 9 SMK, dan 7 Balai Diklat Industri, masing-masing dengan spesialisasi di bidang industri. "Seluruh satuan pendidikan dan pelatihan vokasi ini menjadi pelopor penerapan link and match dan terbukti menghasilkan lulusan yang siap kerja," jelas Doddy.

Beberapa waktu lalu, Balai Diklat Industri (BDI) Denpasar selaku satuan kerja di bawah Pusat Pendidikan dan Pelatihan SDM Industri (Pusdiklat) BPSDMI Kemenperin, berkolaborasi dengan Kementerian Luar Negeri, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Brussel, the Organization of African Caribbean and Pacific States (OACPS), dan Lembaga Dana Kerja Sama Pembangunan Internasional (LDKPI) sukses menyelenggarakan program peningkatan kapasitas pada ekonomi kreatif yang berlangsung pada tanggal 26 Oktober hingga 1 November 2025 di Bali. 

Kepala Pusdiklat BPSDMI Kemenperin Sidik Herman menjelaskan, pelatihan tersebut dilaksanakan dalam rangka menciptakan wadah untuk berbagi pengetahuan, pembelajaran, praktik dan pengalaman terbaik serta meningkatkan kolaborasi di bidang ekonomi kreatif. Para peserta pelatihan ini berjumlah 60 peserta yang berasal dari wilayah Afrika, Karibia, dan Pasifik dengan latar pembuat kebijakan, administrator, atau regulator di sektor ekonomi kreatif. Harapannya agar setiap peserta dapat membawa dampak yang signifikan terhadap pengembangan industri kreatif di negaranya masing-masing, ujar Sidik.

"Kemenperin menyambut baik potensi kolaborasi lanjutan dengan mitra dari Afrika, Karibia, dan Pasifik, terutama dalam pengembangan SDM industri kreatif untuk pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan," tambah Sidik.

Jadi agen perubahan

Program peningkatan kapasitas ini berlangsung selama satu minggu dengan dua metode pembelajaran: pelatihan di kelas dan kunjungan lapangan. Peserta tidak hanya memperoleh teori ekonomi kreatif, tetapi juga pengalaman praktis di dunia usaha. "Kami menghadirkan pengajar dari kalangan pembuat kebijakan dan pelaku industri kreatif yang berpengalaman, agar peserta mendapatkan inspirasi langsung dari para praktisi,"ujar Kepala BDI Denpasar Arga Mahendra.

Melalui total 27 jam pelatihan, para peserta mendapatkan pembelajaran interaktif dari berbagai narasumber, termasuk praktisi industri kreatif, perwakilan Bank Indonesia, serta pembuat kebijakan dari Kemenperin, Kemlu, dan Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf/Bekraf). "Program ini ditargetkan menghasilkan 60 alumni yang akan menjadi agen perubahan di negara masing-masing, dengan berbagi pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh di Indonesia,"kata Arga.

Menurut Direktur Pasifik dan Oseania Kemlu Adi Dzulfuat, program ini merupakan lanjutan dari program serupa tahun 2024. Kegiatan ini dirancang bersama antara Kemlu, Kemenperin, KBRI Brussel, dan LDKPI untuk memperkaya pemahaman para peserta dari negara-negara anggota OACPS tentang kebijakan ekonomi kreatif Indonesia dan implementasinya melalui para pembuat kebijakan dan praktisi yang diundang untuk berbagi perspektif dan pengalaman mereka. "Kami juga berharap adanya percakapan dua arah di mana para peserta dapat berbagi pengetahuan dan pengalaman dari negara masing-masing," tutur Adi.

Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Belgia, Luksemburg, dan Uni Eropa Andri Hadi menyampaikan bahwa program ini bukan hanya pelatihan, melainkan juga perjalanan yang membangun jejaring individu dengan pemikiran cemerlang dan pengalaman luas di bidang ekonomi kreatif. "Ini merupakan aset berharga bagi kemitraan IndonesiaOACPS di masa depan," ujarnya.

Menurut Andri, keberhasilan program ini mencerminkan sinergi kuat antara pemerintah Indonesia dan organisasi mitra internasional dalam mendorong pengembangan kapasitas sumber daya manusia di bidang ekonomi kreatif. "Semua peserta menunjukkan antusiasme tinggi dan menikmati program ini selama berada di Bali," ungkapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...

PIN SPMB Belum Masuk? Ini Penyebab dan Cara Ceknya

58 menit yang lalu | Andes Tanjung

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.