Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Saham Teknologi Asia Anjlok Akibat Kekhawatiran Gelembung AI

📅 Jumat, 21 Nov 2025, 09:22 WIB | Oleh: Tim Penulis
Saham Teknologi Asia Anjlok Akibat Kekhawatiran Gelembung AI Doc: AFP/Jiji
Ket. Saham Softbank jatuh lebih dari 10% pada Jumat (21/11/2025) di tengah kekhawatiran gelembung AI.

HONG KONG - Saham teknologi Jepang dan Korea Selatan anjlok pada hari Jumat (21/11)karena kekhawatiran akan gelembung AI membebani pasar. SoftBank merosot hingga lebih dari 10 persen.

Aksi jual ini menyusul sesi Wall Street yang suram setelah data ketenagakerjaan AS mengaburkan harapan akan penurunan suku bunga lebih lanjut dan kekhawatiran tentang apakah valuasi saham kecerdasan buatan yang sangat tinggi dapat dibenarkan.

Indeks acuan Kospi Seoul diperdagangkan turun hampir empat persen, sementara indeks Nikkei Tokyo turun 2,3 persen pada perdagangan pagi.

Samsung Electronics merosot 4,8 persen dan pesaingnya SK Hynix anjlok lebih dari sembilan persen. Kedua perusahaan tersebut merupakan dua produsen chip memori terkemuka di dunia.

Penurunan ini terjadi sehari setelah reli di seluruh kawasan yang dipicu oleh laporan pendapatan dari perusahaan AI terkemuka, Nvidia, yang melampaui ekspektasi karena permintaan yang tinggi untuk chip canggih.

CEO Jensen Huang menepis kekhawatiran akan gelembung kecerdasan buatan (AI).

Nvidia, yang chip-nya digunakan untuk melatih dan mendukung sistem AI generatif, bulan lalu menjadi perusahaan pertama di dunia yang valuasinya di atas $5 triliun, meskipun kapitalisasi pasarnya telah menyusut menjadi sekitar $4,4 triliun.

Investasi miliaran dolar dalam AI telah menjadi pendorong utama lonjakan global di sebagian besar ekuitas teknologi, yang mendorong valuasi ke rekor tertinggi.

"Untuk saat ini, pergerakan di pasar domestik (Korea Selatan) tak terelakkan terkait dengan fluktuasi harian saham teknologi AS, termasuk indeks berjangka Nasdaq dan perdagangan setelah jam kerja Nvidia," kata Han Ji-young, analis dari Kiwoom Securities.

"Pendapatan Nvidia memang mengejutkan, tetapi di tengah volatilitas jangka pendek yang tinggi, bahkan katalis yang kuat pun kesulitan menghasilkan kenaikan yang signifikan," tambahnya.

Pengeluaran terkait AI diperkirakan akan mencapai sekitar $1,5 triliun pada tahun 2025, menurut perusahaan riset AS Gartner, dan lebih dari $2 triliun pada tahun 2026 -- yang setara dengan hampir dua persen dari produk domestik bruto global.

Ketegangan geopolitik turut memicu kegilaan ini, terutama untuk membangun pusat data yang menampung puluhan ribu chip mahal yang membutuhkan daya listrik fenomenal dan pendinginan yang boros energi.

SoftBank Group Jepang, pendukung utama OpenAI, produsen ChatGPT, anjlok hingga 10,7 persen pada awal perdagangan.

SoftBank, OpenAI, dan raksasa cloud Oracle bersama-sama memimpin proyek Stargate senilai $500 miliar untuk membangun infrastruktur AI di Amerika Serikat yang diumumkan oleh Presiden Donald Trump pada bulan Januari.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.