Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Program Pemberdayaan Bergulir, 5 UMKM Luwu Utara Dapat Mesin Jahit

📅 Senin, 23 Feb 2026, 13:30 WIB | Oleh:
Program Pemberdayaan Bergulir, 5 UMKM Luwu Utara Dapat Mesin Jahit Doc: Antara Foto
Ket. Sekretaris Komisi B DPRD Sulsel Zulfikar Limolang (kelima kanan) menyerahkan bantuan mesin jahit kepada kelompok usaha dalam suaana masa reses sidang II di Desa Baebunta, Kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan.

Sebanyak lima kelompok usaha di Kabupaten Luwu Utara menerima bantuan mesin jahit yang diserahkan legislator DPRD Provinsi Sulawesi Selatan Zulfikar Limolang  sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat desa sesuai dengan program Pemerintah Provinsi melalui Dinas Koperasi dan UKM Sulawesi Selatan.

"Melalui reses ini, kami serahkan bantuan pengembangan usaha berupa alat mesin jahit kepada lima kelompok usaha yang ada di Desa Baebunta, Masamba, Kabupaten Luwu Utara," ujar Zulfikar saat dikonfirmasi, Senin.

Penyerahan bantuan mesin jahit tersebut, kata dia, sebagai upaya memberdayakan masyarakat dalam pengembangan usaha mereka, terutama pada bidang jasa menjahit yang menjadi bagian dari Usaha Mikro Kecil Menengah atau UMKM.

Menurutnya, DPRD melalui kewenangan politiknya bersama pemerintah provinsi hadir untuk membantu pengembangan usaha rakyat terutama usaha mikro kecil yang turut berkontribusi dalam peningkatan ekonomi kerakyatan utamanya di desa-desa.

Selain menyerahkan bantuan mesin jahit kepada kelompok usaha kecil di Desa Baebunta, dalam reses masa sidang II periode 2025-2026 pada daerah pemilihan 11, Zulfikar juga mengunjungi konstituen  di Desa Pongo, Kecamatan Masamba, Luwu Utara, untuk menyerap aspirasi masyarakat desa setempat.

Di tempat itu, alumnus Universitas Negeri Makassar ini banyak mendengar aspirasi masyarakat seperti soal penataan dan perbaikan infrastruktur, maupun kebutuhan pada sektor pertanian yang perlu menjadi perhatian pemerintah, mengingat Sulsel sebagai salah satu daerah di Indonesia menjadi penyangga serta lumbung pangan nasional.

"Ada beberapa poin-poin aspirasi masyarakat yang perlu diperhatikan, seperti perbaikan infrastruktur jalan tani, jaringan irigasi, bantuan bibit dan alsintan (alat dan mesin pertanian) maupun pupuk gratis," tuturnya menekankan.

Selain pembenahan dari sisi pertanian, Zulfikar turut mendengar keresahan masyarakat terkait iuran Penerimaan Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan  bersubsidi program jaminan kesehatan nasional itu banyak dinonaktifkan . 

Di sisi lain, Zulfikar juga menyerap aspirasi warga soal beasiswa pendidikan dan bantuan modal usaha. Ia memastikan semua aspirasi masyarakat akan ditindak lanjuti sesuai kewenangan DPRD Sulsel.

"Semua aspirasi yang kami serap akan kami rumuskan di fraksi nantinya selanjutnya diajukan dalam rapat paripurna sebagai tindak lanjutnya," tutur Sekretaris Komisi B DPRD Sulsel ini menegaskan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Asosiasi Ojek Online: Aturan Bagi Hasil 92:8 Persen Beri Dampak Nyata Pengemudi Ojol
    Preview komentar:
    Saya bingung ojol seperti Grab gojek Maxim itu ...
    Pak presiden jangan percaya lap.bawahan yg ada ojol ...
  • Ketahanan Pangan Diperkuat Rp195,3 Triliun, Mampukah Harga Pangan Ikut Stabil?
    Preview komentar:
    Meskipun fokus RAPBN 2027 ini sangat kuat pada ...
  • Tenun Dinilai Menekraf Harus Ditampilkan Agar Nilai Ekonominya Berkembang
    Preview komentar:
    Langkah strategis Kementerian Ekraf dalam mensertifikasi desain tenun ...
Advertisement
injourney
Advertisement
bni-atasdetailmobile
Advertisement
astra2
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Luar Negeri
Kematian Arsitek Ekonomi Zh...
Daerah
Polisi Gerebek Kasino di Ba...
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Kondisi Terkini Pascagempa NTT: 9.290 Warga Masih Bertahan di Pengungsian

Kondisi Terkini Pascagempa NTT: 9.290 Warga Masih Bertahan di Pengungsian

16 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.