Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Libatkan 100 Ahli, Penelitian dan Pemugaran di Situs Gunung Padang Berlanjut Maret 2026

📅 Sabtu, 21 Feb 2026, 10:23 WIB | Oleh: Tim Penulis
Libatkan 100 Ahli, Penelitian dan Pemugaran di Situs Gunung Padang Berlanjut Maret 2026 Doc: ANTARA
Ket. Situs Megalitikum Gunung Padang di Kecamatan Campaka, Cianjur, Jawa Barat.

CIANJUR - Tim Peneliti dan Pemugaran Situs Megalitikum Gunung Padang di Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, memastikan penelitian dan pemugaran tetap berlanjut pada Maret 2026 dengan fokus pada lapisan budaya dan pemugaran di teras keempat.

Ketua Tim Peneliti dan Pemugaran Situs Gunung Padang Ali Akbar saat dihubungi di Cianjur, Jumat (20/2), mengatakan sedang menjalani rapat koordinasi dengan berbagai instansi terkait untuk melanjutkan kajian serta pemugaran di situs tertua di dunia itu.

“Lanjutan penelitian dan pemugaran akan berjalan di akhir Maret dimulai dengan kajian serta pemugaran lanjutan yang sebelumnya sudah dilakukan di teras lima yang usianya sekitar 500 tahun sebelum masehi,” katanya.

Dia menjelaskan pemugaran yang dilakukan di teras lima dilanjutkan dengan pemugaran di teras empat dilanjutkan sampai dengan teras satu secara bertahap guna mengungkap lapisan budaya dengan melakukan penggalian hingga kedalaman lebih dari 20 meter di bawah permukaan situs.

Pada kegiatan pertama tahun lalu, penggalian dilakukan hanya struktur pada kedalaman 4-5 meter karena terbatasnya waktu namun di tahap kedua, pihaknya akan menggali lebih dalam untuk mengungkap dugaan adanya struktur yang lebih tua terpendam di bawah tanah.

"Fokus kajian pada lapisan budaya yang lebih tua dan pemugaran di teras keempat dan seterusnya sampai teras satu, melibatkan lebih dari 100 orang ahli," katanya.

Pada kajian dan pemugaran tahun 2026 akan berjalan hingga akhir tahun, dengan arkeolog serta ahli yang dilibatkan sama dengan tahun sebelumnya, diharapkan semakin banyak fakta baru yang terungkap dalam kajian dan pemugaran tahun ini.

Tim Peneliti dan Pemugaran Situs Megalitikum Gunung Padang di Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, memulai tahap pemugaran guna mengembalikan sejumlah bebatuan di teras utama yang berubah ke posisi semula.

Ali Akbar mengatakan penelitian dan pemugaran yang dilakukan cukup rumit karena tidak hanya di permukaan, namun terdapat lapisan budaya yang berada di bawah tanah.

"Pemugaran tahap awal fokus pada perbaikan struktur bebatuan di teras utama atau yang tampak di permukaan saat ini yang mengalami pergeseran, dikembalikan ke posisi asal," katanya.

Batu yang sebelumnya dalam posisi tegak atau berdiri, kata dia, saat ini dalam posisi jatuh atau rebah, sehingga dikembalikan ke posisi awal tegak atau disebut dengan rekonstruksi, setelah tim menyakini hal tersebut berdasarkan data dan visual.

Tim melanjutkan pemugaran dan penguatan teras samping situs agar tidak longsor, sehingga prioritas utama memperpanjang usia situs dengan mengembalikan posisi dan penguatan teras samping yang ditargetkan tuntas akhir Desember sebelum melakukan kajian lebih lanjut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.