Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wamenhut Rohmat Marzuki Ajak Semua Pihak Dukung Perhutanan Sosial

3 Jumat, 20 Feb 2026, 07:00 WIB | Oleh:
Wamenhut Rohmat Marzuki Ajak Semua Pihak Dukung Perhutanan Sosial Wamenhut Rohmat Marzuki Ajak Semua Pihak Dukung Perhutanan Sosial Doc: Antara Foto
Ket. Wakil Menteri Kehutanan (Wamenhut) Rohmat Marzuki menjawab pertanyaan ANTARA usai menutup acara Lesson Learned Workshop bertajuk "Bergerak dari Tapak: Menyemai Perhutanan Sosial yang Inklusif untuk Hutan Lestari dan Masyarakat Sejahtera" di Jakarta, Kamis (19/2).

 Wakil Menteri Kehutanan (Wamenhut) Rohmat Marzuki mengajak seluruh pihak mendukung pengembangan perhutanan sosial sebagai strategi nasional membangun hutan lestari sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara inklusif dan berkelanjutan.

Ia menegaskan Kementerian Kehutanan, khususnya Direktorat Jenderal Perhutanan Sosial, tidak dapat bekerja sendiri dalam memperluas dampak program, sehingga kolaborasi multipihak menjadi kunci keberhasilan implementasi di lapangan.

"Jadi, kami ini dari Kementerian Kehutanan terutama dari Ditjen (Direktorat Jenderal) Perhutanan Sosial, kami tidak bisa bekerja sendiri. Jadi kami butuh kolaborasi," kata Wamenhut saat menutup acara Lesson Learned Workshop bertajuk "Bergerak dari Tapak: Menyemai Perhutanan Sosial yang Inklusif untuk Hutan Lestari dan Masyarakat Sejahtera" di Jakarta, Kamis.

Dia menyebutkan hingga kini, Kementerian Kehutanan telah menerbitkan persetujuan perhutanan sosial seluas 8,3 juta hektare kepada 1,4 juta kepala keluarga di seluruh Indonesia melalui berbagai skema pengelolaan baik itu hutan desa, hutan kemasyarakatan, atau hutan adat.

Namun, ia mengakui kapasitas pendampingan masih terbatas karena hanya terdapat 14 unit pelaksana teknis (UPT) Balai Perhutanan Sosial di seluruh Indonesia untuk mendukung penerima persetujuan.

Karena itu, ia mendorong pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat, mitra pembangunan, dan penggerak komunitas turut memperkuat pendampingan agar pengelolaan hutan berjalan produktif dan berkelanjutan.

Menurutnya, perhutanan sosial bukan sekadar program akses lahan, tetapi strategi membangun ketahanan terhadap krisis iklim, mengurangi risiko bencana, sekaligus membuka peluang ekonomi lebih adil.

Ia menambahkan keberlanjutan hanya tercapai bila kelompok perhutanan sosial mampu menembus rantai nilai yang adil, sehingga produksi tidak berhenti di tingkat hulu.

Lebih lanjut dia mengatakan Direktorat Jenderal Perhutanan Sosial Kemenhut telah melakukan pemadanan data kepala keluarga penerima persetujuan perhutanan sosial dengan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kementerian Sosial yang merupakan bagian dari data tunggal sosial nasional.

Hasilnya menunjukkan sekitar 60 hingga 70 persen penerima berada pada kelompok desil 1 dan 2, sehingga termasuk kategori masyarakat berpendapatan rendah yang perlu ditingkatkan kesejahteraannya guna mendukung pengentasan kemiskinan.

"Jadi termasuk yang memang harus kita tingkatkan kesejahteraannya agar kemiskinan bisa kita entaskan," tegasnya.

Ia berharap kolaborasi yang terbangun tidak berhenti pada forum itu, melainkan terus diperkuat demi mempercepat kemajuan perhutanan sosial di seluruh Indonesia.

"Kami butuh kolaborasi dari pemerintah daerah, dari NGO, mitra pembangunan, penggerak masyarakat dan lain-lain untuk bersama-sama melakukan pendampingan kepada masyarakat yang menerima persetujuan lahan perhutanan sosial," kata Wamenhut.

"Termasuk juga masyarakat adat yang selama ini menunjukkan kearifan lokalnya di dalam pelestarian kawasan hutan," tambahnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
Ekonomi
Produksi Pangan Melemah, Ta...

Panglima TNI Resmikan Markas Baru Koopssus TNI.

12 menit yang lalu | Yebdi Trismar

Nasional
Panglima TNI Resmikan Marka...
Nasional
Kaster TNI Pimpin Serah Ter...
Advertisement
Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

02 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.