Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Karhutla Makin Mengkhawatirkan, Kepala Bappenas Ungkap Strategi Baru yang Harus Dilakukan

📅 Rabu, 23 Sep 2026, 05:04 WIB | Oleh:
Karhutla Makin Mengkhawatirkan, Kepala Bappenas Ungkap Strategi Baru yang Harus Dilakukan Doc: Antara foto/HO Bappenas
Ket. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy saat berjumpa Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Suharyanto di Jakarta, Rabu (9/9).

JAKARTA - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy menekankan strategi penanggulangan bencana yang lebih menyeluruh, terencana, serta mengutamakan pencegahan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Untuk mengatasi kebakaran hutan ini, kita harus bekerja sama untuk membuat rancangan strategi penanggulangan bencana. Perlu penyusunan strategi penanggulangan bencana yang lebih menyeluruh dengan kementerian/lembaga yang memiliki peran dan kewenangan terkait ini,” ujar dia saat berjumpa Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto. 

Dalam keterangan tertulis Bappenas yang diterima di Jakarta, Selasa, Rachmat mengatakan penanganan karhutla dinilai membutuhkan sumber daya yang besar. BNPB telah mengerahkan 43.700 personel gabungan serta 55 armada udara untuk mendukung patroli, operasi modifikasi cuaca, dan water bombing.

Di luar enam provinsi prioritas, BNPB juga menangani karhutla yang terjadi di Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur, Kabupaten Teluk Bintuni di Papua Barat, kawasan Gunung Butak dan kawasan Gunung Ijen di Jawa Timur, hingga Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo di Solo, dengan total 741,97 hektare masih dalam penanganan.

Berdasarkan paparan data BNPB, luas lahan terbakar sepanjang 2022–2026 mencapai 866.861,55 hektare (ha). Hingga 8 September 2026, karhutla di enam provinsi prioritas, yaitu Kalimantan Barat, Riau, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, dan Jambi, mencapai 72.009,10 hektare (ha) yang 948,87 ha di antaranya masih dalam penanganan.

“Besarnya sumber daya yang dibutuhkan dalam penanganan karhutla menunjukkan pentingnya menggeser pendekatan dari respons setelah kejadian menuju pencegahan dan kesiapsiagaan,” kata Kepala Bappenas.

Penguatan peringatan dini, pemanfaatan teknologi, serta ketersediaan data mengenai kondisi kekeringan, kelembapan lahan, dan sumber air dinilai menjadi bagian penting agar pemerintah dapat mengambil tindakan sebelum kebakaran berkembang.

Untuk itu, lanjut Rachmat Pambudy, sistem diarahkan untuk menghubungkan data kekeringan, titik panas (hotspot), verifikasi lapangan, sumber air, dan kapasitas respons agar informasi lebih cepat menjadi tindakan.

Menurut dia, strategi tersebut perlu mencakup kebutuhan jangka pendek, seperti personel, peralatan, dan anggaran, sekaligus memperkuat langkah jangka panjang dalam pencegahan, rehabilitasi, dan rekonstruksi. Pembagian peran yang jelas antar lembaga juga diperlukan agar penanganan bencana tidak berjalan sendiri-sendiri dan pemerintah lebih siap ketika risiko kembali terjadi.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan bahwa berbagai kejadian bencana yang terjadi di Indonesia dalam beberapa waktu terakhir memberikan sejumlah pembelajaran penting bagi upaya penguatan sistem penanggulangan bencana nasional.

Dinamika risiko menunjukkan bencana tal lagi selalu hadir sebagai kejadian tunggal yang berdiri sendiri. Namun, risiko dapat berkembang secara perlahan, saling berinteraksi dan memperkuat, serta menimbulkan dampak berantai yang menjalar ke berbagai sektor pembangunan, termasuk ekonomi, infrastruktur, layanan dasar, dan penghidupan masyarakat.

Ada beberapa aspek yang dijadikan perhatian utama oleh pemerintah. Pertama adalah memperkuat upaya pencegahan dan pengurangan risiko bencana sebagai bagian integral dari perencanaan dan pelaksanaan pembangunan.

Selanjutnya, ia mengatakan meningkatkan kapasitas dan keandalan sistem deteksi serta peringatan dini agar mampu mengidentifikasi potensi ancaman secara cepat, akurat, dan tepat waktu. Terakhir ialah memastikan informasi risiko dan peringatan dini dapat diterjemahkan secara efektif menjadi aksi dini yang terencana, terkoordinasi, dan tepat sasaran.

Kolaborasi Kementerian PPN/Bappenas dan BNPB selanjutnya diarahkan untuk memastikan strategi penanggulangan bencana dapat diterjemahkan ke dalam perencanaan dan aksi yang lebih terkoordinasi, sehingga pemerintah tidak hanya bergerak ketika bencana terjadi, tetapi mampu mengantisipasi dan mengurangi risikonya sejak awal. Dengan demikian, kata Kepala Bappenas, pemerintah mampu mengidentifikasi, mengantisipasi, dan mengurangi risiko sejak dini.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Olahraga
Indonesia Lolos ke Semifina...
Ekonomi
Bea Cukai Sita Barang Impor...
Nasional
KPK Bicara Blak-blakan soal...
Advertisement
Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.