Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Gas Beracun Berpotensi Keluar dari Kawah Gunung Lokon

📅 Selasa, 17 Feb 2026, 16:43 WIB | Oleh:
Gas Beracun Berpotensi Keluar dari Kawah Gunung Lokon Doc: ANTARA/Karel A Polakitan
Ket. Badan Geologi ESDM menyebutkan potensi ancaman bahaya aktivitas Gunung Lokon di Kota Tomohon, Sulut untuk saat ini adalah kemungkinan terjadinya gas beracun yang sewaktu waktu dapat keluar dari kawah.

MANADO -- Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebut potensi ancaman bahaya aktivitas Gunung Lokon di Kota Tomohon, Sulawesi Utara (Sulut), kemungkinan terjadinya gas beracun yang sewaktu-waktu dapat keluar dari kawah.

"Dapat terjadinya erupsi freatik (erupsi yang diakibatkan kontak uap panas magma dengan air hidrotermal) secara tiba tiba," ujar Pelaksana tugas Badan Geologi, Lana Saria dalam laporan aktivitas Gunung Lokon periode 16-31 Agustus 2026 yang diterima di Manado, Senin.

Pada pengamatan instrumental, kegempaan selama periode tersebut terekam 7 kali gempa embusan, 26 kali gempa vulkanik dangkal, lima kali gempa vulkanik dalam dan 106 kali gempa tektonik jauh.

Disebutkan dalam laporan tersebut, berdasarkan hasil pengamatan visual aktivitas Gunung Lokon, teramati hembusan asap berwarna putih tipis dengan tinggi maksimum sekitar 25 meter di atas kawah.

Kegempaan Gunung Lokon didominasi gempa vulkanik dangkal (VB), sedangkan gempa vulkanik dalam (VA) jarang terekam.

Rekomendasi berdasarkan hasil analisa dan evaluasi secara menyeluruh hingga 31 Januari 2026, tingkat aktivitas Gunung Lokon pada Level II (Waspada) dengan rekomendasi disesuaikan dengan potensi ancaman bahaya terkini.

Beberapa rekomendasi yang harus dipatuhi, yaitu masyarakat/pengunjung/wisatawan/pendaki tidak diperbolehkan beraktivitas dan mendekati area dalam radius 1,5 kilometer dari Kawah Tompaluan.

Apabila terjadi letusan dan hujan abu, masyarakat diimbau untuk tetap berada di dalam rumah, dan apabila berada di luar rumah disarankan untuk menggunakan pelindung hidung, mulut (masker) dan mata (kacamata).

Masyarakat diharapkan mewaspadai potensi lahar pada sungai yang berhulu dari puncak Gunung Lokon, terutama pada musim hujan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Festival Bubur Suro

46 menit yang lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Festival Bubur Suro

Percepatan Pembangunan Desa Wisata di Jawa Tengah

48 menit yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Percepatan Pembangunan Desa...
Nasional
DPD Bersama DPR dan Pemerin...

Pemkab Bekasi Bersiap Diri untuk Pilkades

55 menit yang lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Pemkab Bekasi Bersiap Diri ...
Nasional
Kemenham Jajaki Kota Berbas...
Gelombang Panas Sapu Spanyol, 212 Nyawa Melayang Akibat Suhu Ekstrem

Gelombang Panas Sapu Spanyol, 212 Nyawa Melayang Akibat Suhu Ekstrem

25 Jun 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.