Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dana Hijau Kucurkan Rp1 Triliun ke Provinsi Kalbar

📅 Jumat, 30 Jan 2026, 20:13 WIB | Oleh:
Dana Hijau Kucurkan Rp1 Triliun ke Provinsi Kalbar Doc: ant
Ket. penghijauan

PONTIANAK – Dinilai berhasil menurunkan emisi gas rumah kaca dan menekan laju deforestasi pada periode 2014–2016, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mendapat dana intensif sebesar Rp1 triliun dari Green Climate Fund (GCF).

“Program Kick-off Result Based Payment (RBP) REDD+ dari Green Climate Fund (GCF) sebagai langkah strategis memperkuat mitigasi dan adaptasi perubahan iklim sekaligus mendorong pengelolaan lingkungan berbasis kinerja,” kata Gubernur Kalbar Ria Norsan saat meluncurkan program REDD+ di Pontianak, Jumat.

Program tersebut menjadi tonggak penting bagi Kalimantan Barat yang dikenal sebagai jantung Pulau Borneo, terutama setelah daerah itu dinilai berhasil menurunkan emisi gas rumah kaca dan menekan laju deforestasi pada periode 2014–2016 sehingga memperoleh insentif sekitar Rp1 triliun dari GCF, katanya menjelaskan.

“Dana ini bertujuan untuk memperbaiki ekosistem. Kita ingin menghasilkan lingkungan yang lebih baik agar udara yang kita hirup setiap hari tetap sehat,” ujar dia.

Ia menegaskan, posisi geografis Kalbar sebagai kawasan hutan tropis luas memberikan mandat ekologis besar, tidak hanya bagi daerah, tetapi juga dunia. Namun, tantangan lingkungan dinilai semakin kompleks akibat aktivitas tambang, penebangan liar, serta degradasi hutan.

“Kalau dulu alam kita masih segar, sekarang tambang ada di mana-mana, penebangan kayu liar terus terjadi, dan kerusakan hutan makin parah,” ujar dia.

Menurut dia, dampak kerusakan lingkungan mulai dirasakan masyarakat, seperti cuaca ekstrem, meningkatnya banjir, hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mengancam ekosistem darat dan pesisir.

Dana insentif REDD+ tersebut akan dikelola secara transparan melalui Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) dan difokuskan pada sejumlah program strategis, antara lain restorasi hutan dan mangrove sebagai penyerap karbon, perlindungan lahan gambut, pengelolaan lahan basah berbasis paludikultur dan silvofishery, serta penguatan pembangunan berkelanjutan.

Gubernur juga mengapresiasi pelaku usaha yang telah menetapkan kawasan bernilai konservasi tinggi di wilayah operasionalnya sesuai Peraturan Daerah Kalbar Nomor 6 Tahun 2018. Ia menekankan pertumbuhan ekonomi harus sejalan dengan perlindungan lingkungan.

“Inilah wajah bisnis masa depan, bukan hanya mengejar keuntungan, tetapi juga memuliakan alam dan kehidupan,” katanya.

Ia mengingatkan seluruh pemangku kepentingan memanfaatkan dana tersebut secara amanah demi keberlanjutan lingkungan dan generasi mendatang.

“Kalau alam tidak dijaga dari sekarang, anak cucu kita hanya akan mewarisi lingkungan yang rusak,” ujar Ria Norsan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Uji Coba Pendaratan Pesawat...
Megapolitan
Daftar Lokasi Samsat Kelili...
Megapolitan
Urus SIM Tak Repot Lagi, Ad...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.