Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Masyarakat Diminta tidak Mendekati Kawasan Bahaya Gunung Lokon

📅 Senin, 01 Jun 2026, 16:05 WIB | Oleh:
Masyarakat Diminta tidak Mendekati Kawasan Bahaya Gunung Lokon Doc: ANTARA/Karel A Polakitan
Ket. Gunung Lokon di Kota Tomohon, Sulawesi Utara.

MANADO -- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengingatkan masyarakat, pengunjung, wisatawan, serta pendaki agar tidak beraktivitas maupun mendekati area dalam radius 1,5 kilometer dari Kawah Tompaluan-Gunung Lokon di Kota Tomohon, Sulawesi Utara.

"Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi secara menyeluruh hingga 15 Mei 2026, tingkat aktivitas Gunung Lokon masih berada pada Level II (Waspada)," kata Pelaksana Tugas Badan Geologi Lana Saria dalam laporan aktivitas Gunung Lokon yang diterima ANTARA di Manado, Minggu.

Berdasarkan pengamatan instrumental, kegempaan selama periode 1-15 Mei 2026 terekam sebanyak 33 kali gempa embusan, 54 kali gempa vulkanik dangkal, tujuh kali gempa vulkanik dalam, dan 98 kali gempa tektonik jauh.

Berdasarkan pengamatan visual aktivitas Gunung Lokon, teramati embusan asap putih tipis dengan tinggi maksimum sekitar 25 meter di atas kawah. Sinar api juga tampak di dasar kawah pada 15 Mei 2026.

Kegempaan Gunung Lokon didominasi oleh gempa vulkanik dangkal (VB), sedangkan gempa vulkanik dalam (VA) jarang terekam.

Aktivitas vulkanik berdasarkan data visual dan seismik belum menunjukkan adanya peningkatan.

Sementara itu, potensi bahaya aktivitas Gunung Lokon saat ini adalah kemungkinan keluarnya gas beracun yang sewaktu-waktu dapat muncul dari kawah.

Selain itu, erupsi freatik, yaitu erupsi yang diakibatkan oleh kontak antara uap panas magma dan air hidrotermal, juga dapat terjadi secara tiba-tiba.

"Masyarakat yang berada di sekitar alur sungai yang berhulu di puncak Gunung Lokon agar mewaspadai kemungkinan terjadinya lahar pada musim hujan atau saat hujan deras berlangsung lama di kawasan puncak," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

32 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

41 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.