AS dan Iran akan Masuk Putaran Pembicaraan Nuklir Baru di Jenewa
📅 Senin, 16 Feb 2026, 01:01 WIB | Oleh: Tim RedaksiKedutaan Besar Swiss di Teheran menangani seluruh urusan konsuler antara AS dan Iran, termasuk permohonan paspor, perubahan status sipil, serta perlindungan konsuler bagi warga negara AS di Iran.
Dalam mandat tersebut, “Swiss dapat menawarkan diri sebagai perantara atas inisiatif sendiri atau menjalankan fungsi itu atas permintaan pihak terkait, selama semua pihak menyetujuinya,” demikian keterangan Kementerian Luar Negeri Swiss di situs resminya.
Pengayaan Uranium
Pemerintahan Trump menegaskan bahwa Iran tidak boleh melakukan pengayaan uranium dalam kesepakatan apa pun. Namun Teheran menyatakan tidak akan menyetujui hal tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Iran bersikeras program nuklirnya bertujuan damai, meskipun sejumlah pejabatnya semakin sering mengancam akan mengembangkan senjata nuklir. Sebelum perang Juni lalu, Iran diketahui telah memperkaya uranium hingga tingkat kemurnian 60 persen, hanya selangkah secara teknis dari tingkat senjata.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan negaranya “siap untuk segala bentuk verifikasi”. Namun Badan Energi Atom Internasional (IAEA) milik PBB selama beberapa bulan terakhir tidak dapat melakukan inspeksi dan verifikasi terhadap stok nuklir Iran.
Dalam beberapa pekan terakhir, Trump menyebut prioritas utamanya adalah agar Iran mengurangi program nuklirnya. Iran menegaskan pembicaraan seharusnya hanya berfokus pada isu nuklir.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!