Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tulungagung Targetkan Bebas Antraks, DPKH Catat Nol Kasus Selama 4 Tahun Terakhir

📅 Minggu, 15 Feb 2026, 20:18 WIB | Oleh:
Tulungagung Targetkan Bebas Antraks, DPKH Catat Nol Kasus Selama 4 Tahun Terakhir Doc: Antara Foto
Ket. Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Tulungagung drh. Tutus Sumaryani

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, mencatat tidak ada temuan kasus antraks pada hewan ternak selama empat tahun terakhir dan menargetkan daerah tersebut segera berstatus bebas antraks.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan DPKH Tulungagung drh. Tutus Sumaryani di Tulungagung, Minggu, mengatakan kasus antraks terakhir ditemukan pada 2021 dan sejak itu tidak ada laporan baru maupun indikasi penyebaran di wilayah tertular sebelumnya.

"Sampai saat ini belum ada laporan kasus baru. Sudah empat tahun tidak ada temuan antraks di Tulungagung," kata Tutus.

Ia menjelaskan antraks merupakan penyakit menular yang menyerang hewan ternak seperti sapi, kambing, dan domba serta dapat menular ke manusia (zoonosis) karena disebabkan bakteri Bacillus anthracis.

Meski nihil kasus, DPKH tetap melakukan langkah pencegahan melalui vaksinasi rutin pada hewan ternak di wilayah yang pernah tercatat sebagai daerah tertular.

Menurut Tutus, vaksinasi dilakukan untuk meningkatkan status wilayah dari tertular menjadi terduga hingga akhirnya dapat ditetapkan sebagai daerah bebas antraks sesuai ketentuan yang berlaku.

"Kami terus memaksimalkan vaksinasi dan pemantauan agar Tulungagung dapat segera dinyatakan bebas antraks," ujarnya.

Ia menambahkan untuk memperoleh status bebas antraks dibutuhkan proses pengawasan berkelanjutan selama empat hingga 10 tahun tanpa temuan kasus baru.

DPKH Tulungagung optimistis dengan tren nihil kasus sejak 2021, peluang memperoleh status bebas antraks semakin terbuka apabila upaya pencegahan dan pengawasan terus berjalan konsisten.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
Kemenperin Dorong Gen Z Kem...
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.