Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemprov DKI Jakarta Larang Kegiatan SOTR dan Aksi “Sweeping”

📅 Minggu, 15 Feb 2026, 15:48 WIB | Oleh:
Pemprov DKI Jakarta Larang Kegiatan SOTR dan Aksi “Sweeping” Doc: RRI/Penta Maydita
Ket. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, akan melarang kegiatan Sahur on the Road (SOTR) selama Ramadan 2026. Larangan ini diberlakukan karena kegiatan tersebut dinilai berpotensi memicu kerawanan hingga tawuran.

Selain melarang SOTR yang berpotensi menimbulkan gangguan, Gubernur Pramono juga meminta organisasi masyarakat agar tidak melakukan aksi sweeping terhadap rumah makan selama Ramadan. Gubernur Pramono ingin menjaga suasana Ramadan di Jakarta berlangsung aman, damai, dan kondusif bagi seluruh warga.

“Pokoknya hal yang menimbulkan (SOTR) kerawanan, keributan saya nggak izinkan. Tetapi kalau menimbulkan kenyamanan nanti saya izinkan,” kata Gubernur Pramono usai meresmikan gedung Gereja Kerapatan Gereja Protestan Minahasa (KGPM) di Senen, Jakarta, Sabtu (14/2).

Gubernur Pramono menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menilai setiap kegiatan sahur bersama berdasarkan dampak langsung di lapangan. Menurutnya, kegiatan yang berlangsung tertib dan tidak mengganggu ketertiban umum masih dapat ditoleransi. Namun, ia menegaskan, apabila kegiatan tersebut berubah menjadi konvoi liar, memicu bentrokan, atau mengganggu keamanan. Maka, pemerintah akan mengambil tindakan tegas.

“Pendekatannya sederhana, kalau menimbulkan ketertiban dan kenyamanan silakan. Tapi kalau menimbulkan keributan, pasti tidak kami izinkan,” ujar dia.

Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen menjaga suasana Ramadan yang nyaman dan kondusif bagi seluruh warga. “Saya sebagai gubernur bertanggung jawab untuk itu dan saya tidak mengizinkan untuk ada sweeping,” kata Gubernur Pramono.

Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya Pemprov DKI untuk memastikan ibadah Ramadan dapat berlangsung dengan khusyuk. Tanpa gangguan keamanan maupun ketertiban umum. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Lulusan Banyak, Tapi Tak Sesuai Kebutuhan Industri? Menaker Ungkap Solusinya
    Artikel yang sangat edukatif dalam membedah akar permasalahan ...
  • Kemenperin Perkuat Industri Otomotif Nasional lewat Peningkatan TKDN dan SNI
    Saya sangat sependapat dengan pandangan komprehensif Bapak Saleh ...
  • Pelumasan Sintetis Dorong Produktivitas dan Daya Saing Industri Plastik
    Informasi spesifik mengenai penghematan konsumsi energi hingga 10 ...
  • Kemenperin akan Gunakan Nilai Tambah untuk Ukur Kinerja Manufaktur
    Keberhasilan Indonesia menempati peringkat ke-12 dunia sekaligus memimpin ...
  • Kemenperin akan Arahkan Industri 2027 pada Hilirisasi dan Industri Hijau
    Prestasi Indonesia yang berhasil naik ke peringkat 12 ...
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar

Pemkot Bogor Segera Tata PKL di Taman Heulang

50 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Pemkot Bogor Segera Tata PK...

Wisatawan Taiwan Coba Ditarik ke Indonesia

51 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Luar Negeri
Wisatawan Taiwan Coba Ditar...
Olahraga
Pukulan Telak Jelang Asian ...
Megapolitan
Disnaker: Balai Latihan Ker...
Daerah
Ekonomi Papua Sangat Bergan...
Megapolitan
Pemprov Banten Beri Bantuan...
Daerah
Pemprov Gorontalo Beri Bant...
Daerah
Revitalisasi Cagar Budaya J...
Megapolitan
Gubernur DKI Jakarta Akan E...
Advertisement
Bye-Bye Calo! Kemen ATR/BPN Pangkas Urus Peralihan Hak Tanah Cuma 10 Hari!

Bye-Bye Calo! Kemen ATR/BPN Pangkas Urus Peralihan Hak Tanah Cuma 10 Hari!

03 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.