Daya Saing Wisata Majalengka Meningkat, Pesona Situ Cipanten Kian Memikat
📅 Minggu, 15 Feb 2026, 18:03 WIB | Oleh: Yebdi TrismarProgram Desa EKI di Gunung Kuning dilaksanakan dalam tiga tahap hingga 2026, yakni pra-inkubasi, inkubasi, dan pasca-inkubasi. Pada tahap awal, OJK memetakan kebutuhan akses keuangan terhadap 108 peserta.
Hasilnya, 51 persen peserta membutuhkan tabungan, 19 persen kredit usaha, 4 persen deposito, dan 3 persen pembiayaan kendaraan. Tahap selanjutnya berupa product matching antara perbankan dan industri keuangan non-bank.
Melalui program tersebut, masyarakat juga mendapat edukasi tentang risiko pinjaman online ilegal dan pentingnya menggunakan layanan keuangan resmi. Bagi pengelola, literasi keuangan menjadi fondasi agar ekonomi desa tumbuh sehat.
Selain di Majalengka, Agus menuturkan OJK telah memperluas program Inkubasi Desa EKI di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, sebagai upaya meningkatkan literasi keuangan masyarakat sekaligus mencegah praktik pinjaman dan rentenir ilegal.
Sebaiknya Anda baca juga:
Program tersebut digelar di Desa Karangtawang dengan melibatkan sekitar 200 UMKM. Kegiatan itu difokuskan pada penguatan pemahaman masyarakat terhadap produk pembiayaan formal yang aman dan berizin.
Dalam program tersebut, para peserta mendapatkan pengenalan berbagai skema pendanaan dari perbankan, sehingga mereka memiliki alternatif pembiayaan yang legal untuk mengembangkan usaha yang dijalankan.
Edukasi tersebut menjadi penting, karena masih banyak masyarakat yang terjebak penipuan berkedok lembaga keuangan.
Ia menyampaikan kurangnya pemahaman mengenai legalitas produk keuangan kerap dimanfaatkan pihak tidak bertanggung jawab untuk menjerat masyarakat.
Sasaran utama program ini adalah masyarakat produktif, khususnya pelaku UMKM yang menjadi penggerak ekonomi desa.
Dengan akses pembiayaan yang legal dan kemampuan usaha yang lebih baik, diharapkan produktivitas dan daya saing usaha mereka meningkat.
Program serupa juga telah dijalankan di Desa Kaduela, Kabupaten Kuningan. Inisiatif tersebut berhasil memperluas akses keuangan melalui agen Laku Pandai BUMDes Arya Kamuning, sekaligus menekan praktik rentenir, pinjaman ilegal, dan pungutan liar di desa tersebut.
Pada prinsipnya, program ini dirancang untuk mendukung kegiatan wisata maupun ekonomi di tingkat desa, dengan pendekatan edukasi serta inklusi keuangan.
Dukungan
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!