Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kowani Dorong Hilirisasi Singkong, Perempuan Jadi Penggerak Ekonomi dan Ketahanan Pangan.

📅 Rabu, 12 Agu 2026, 00:53 WIB | Oleh:
Kowani Dorong Hilirisasi Singkong, Perempuan Jadi Penggerak Ekonomi dan Ketahanan Pangan. Doc: Antara Foto
Ket. Ketua Umum Kowani Nannie Hadi Tjahjanto (tiga dari kiri) mengunjungi Rumah Tempe Cassava Srikandi TS di Bogor, Jawa Barat.

Kongres Wanita Indonesia (Kowani) mendorong pengembangan hilirisasi singkong berbasis perempuan sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan, ekonomi desa, UMKM, koperasi, dan kemandirian keluarga.

"Singkong jangan berhenti sebagai bahan mentah. Kowani ingin membangun ekosistem dari petani, perempuan, UMKM, koperasi, perguruan tinggi, industri, hingga pasar nasional dan internasional," kata Ketua Umum Kowani Nannie Hadi Tjahjanto dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa.

Dia mengatakan hal itu ketika mengunjungi Rumah Tempe Cassava Srikandi TS dan Dapur Hulya di Bogor, Jawa Barat.

Pihaknya melihat besarnya potensi singkong untuk dikembangkan menjadi berbagai produk pangan sehat, inovatif, bernilai tambah, serta berpeluang masuk ke pasar modern dan industri.

Menurut dia, singkong harus naik kelas dari komoditas tradisional menjadi sumber inovasi dan kekuatan ekonomi baru.

Sebagai tindak lanjut, pihaknya menggagas kompetisi Kowani Cassava Innovation Challenge 2026 - 2028 dengan tema "Dari Singkong Menjadi Nilai Tambah untuk Indonesia".

Kompetisi nasional ini akan mendorong organisasi perempuan, perguruan tinggi, mahasiswa, SMK, UMKM, koperasi, peneliti, dan masyarakat desa menciptakan inovasi berbasis singkong, mulai dari future food, pangan sehat, inovasi daun singkong, zero waste cassava, bioteknologi, produk industri, hingga womenpreneur innovation.

Ia menambahkan produk terbaik hasil kompetisi tersebut akan mendapatkan penghargaan penghargaan, serta diarahkan menuju inkubasi, standardisasi, sertifikasi, desain kemasan, business matching, akses pembiayaan, produksi, ritel modern, hingga peluang ekspor.

"Kowani tidak hanya duduk membicarakan persoalan perempuan. Kami turun ke bawah, menemukan potensi, mengolahnya dengan ilmu pengetahuan, lalu membawanya naik menjadi kekuatan ekonomi perempuan Indonesia," kata Nannie Hadi Tjahjanto.

Upaya ini, katanya, akan diperkuat melalui kolaborasi dengan pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, industri, petani, koperasi, organisasi perempuan, lembaga pembiayaan, dan offtaker, sekaligus dikembangkan melalui pilot project desa dan roadmap hilirisasi singkong nasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Perkuat Daya Saing di Tengah Dinamika Pasar Global, VDNI Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan di 2026
    Langkah strategis PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) ...
  • Pariwisata Indonesia Siap Naik Kelas! Kemenpar Perluas Jejaring Bisnis hingga India
    Langkah proaktif Kementerian Pariwisata melalui Sales Mission Pune ...
  • Jakarta Didorong Jadi Pusat Industri Kopi Nasional, Libatkan 193 Ribu Pelaku Usaha
    Membaca artikel yang sangat komprehensif ini, saya merasa ...
  • Gunung Anak Krakatau Terus Erupsi, Jakarta Kena Sebaran Abu Vulkanik
    Sangat mungkin terjadi erupsi yg lebih besar, kemarin ...
  • Ditentang AS, PBB Adopsi Resolusi 'Koreksi Peta Dunia', Benua Afrika Ternyata 14 Kali Lebih Besar!
    Indonesia lebih besar dari Eropa. Jarak antara Sabang ...
Megapolitan
Proses Belajar dari Rumah T...
Advertisement
Ramai-ramai Memprotes Buku Islam Ala Prabowo   

Ramai-ramai Memprotes Buku Islam Ala Prabowo  

07 Sep 2026
Pilihan Pembaca
# 3
# 3
Wapres Sara Duterte Bayar Uang Jaminan
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.