Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Daya Saing Wisata Majalengka Meningkat, Pesona Situ Cipanten Kian Memikat

📅 Minggu, 15 Feb 2026, 18:03 WIB | Oleh:
Daya Saing Wisata Majalengka Meningkat, Pesona Situ Cipanten Kian Memikat Doc: Antara Foto
Ket. Suasana dan lanskap di Situ Cipanten Majalengka, Jawa Barat, Sabtu (14/2).

Di tepian Situ Cipanten di Desa Gunung Kuning, Majalengka, Jawa Barat, seorang lelaki tampak duduk santai di bibir beton. Tangannya menabur pakan dan seketika air bergejolak.

Riak yang timbul bukan karena angin, melainkan nafsu makan yang gaduh. Ikan-ikan koi merubung dan mulutnya membuka serempak hingga menimbulkan bunyi kecipak.

Di bagian tengah, danau terlihat lebih teduh. Airnya tampak kebiruan dan ada dominan hijau tua di tengahnya, memantulkan rimbun pepohonan yang berdiri rapat di sekelilingnya.

Di sana perahu bebek melintas perlahan, mengangkut tawa keluarga yang ingin menukar penat dengan kesantaian. Langit menggantung kelabu, seperti tirai tipis yang menahan panas pada siang itu.

Daya tarik

Eki Yulianto, wisatawan asal Cirebon, datang ke Situ Cipanten pada akhir pekan bersama dua rekannya. Ia mengaku sengaja memilih tempat ini karena ingin mencari suasana yang lebih tenang dibanding objek wisata lain yang cenderung padat.

Untuk sampai ke destinasi tersebut, dirinya hanya memerlukan waktu sekitar satu jam dari pusat Kota Cirebon.

Menurut dia, begitu tiba di kawasan danau, kesan pertama yang terasa adalah udara yang sejuk dan suasana yang tidak terlalu bising.

Pepohonan yang mengelilingi danau membuat tempat itu terasa teduh, seperti ruang istirahat yang disiapkan alam.

Ia menghabiskan waktu dengan duduk di tepian danau, memperhatikan ikan yang bergerombol di dekat pengunjung.

Sesekali, ia berjalan menyusuri jalur setapak sambil memotret pemandangan air yang berwarna hijau tua.

“Tempatnya walau ramai, sangat sejuk, jadi enak buat santai. Duduk saja sudah cukup. Rasanya kepala lebih ringan setelah lihat air dan pepohonan,” kata Eki kepada ANTARA, Sabtu (14/2).

Ia berharap pengelolaan wisata tetap mempertahankan kesan alami tersebut. Baginya, daya tarik Situ Cipanten justru terletak pada suasana yang sederhana dan tidak berlebihan dalam pembangunan.

Sementara itu, Arif, pengunjung asal Sumedang, mengaku datang setelah melihat foto Situ Cipanten di media sosial. Ia tertarik karena suasananya tampak alami.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Pejabat Nge-gim Saat Jam Kerja Sangat Tidak Pantas

27 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Pejabat Nge-gim Saat Jam Ke...

Harga Cabai Rawit Rp73.500/Kg, Telur Ayam Rp29.700/Kg

54 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp73.500/...
Megapolitan
Pemkot Jakarta Timur Perbai...
Nasional
PT Pertamina Patra Niaga Do...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
BMKG: 8 Wilayah di Sulawesi Utara Masih Siaga Tsunami Usai Gempa M7,7

BMKG: 8 Wilayah di Sulawesi Utara Masih Siaga Tsunami Usai Gempa M7,7

08 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
# 7
Ratifikasi IEU-CEPA Dorong Daya Saing
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.