Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Peneliti Tiongkok Kembangkan Jagung Protein Tinggi Gantikan Impor Kedelai Demi Ketahanan Pangan

📅 Kamis, 12 Feb 2026, 13:30 WIB | Oleh:

Minat Investor

Lebih banyak uang siap memasuki sektor pertanian Tiongkok.

Minggu lalu, muncul laporan bahwa raksasa agritech milik Tiongkok, Syngenta, kembali mencoba melakukan penawaran umum perdana (IPO), kali ini di Hong Kong. Pencatatan saham sebesar 20% dari perusahaan tersebut akan mendukung investasi dalam penelitian dan pengembangan, demikian laporan The Financial Times, mengutip sebuah sumber.

Syngenta, yang manajemennya masih berkantor pusat di Swiss, tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Sementara itu, bisnis perusahaan di Tiongkok membuat kemajuan dalam mendukung pengembangan benih domestik, dengan 111 varietas baru mendapatkan persetujuan nasional untuk penggunaan komersial pada kuartal yang berakhir 30 Oktober. Dengan jangkauan global Syngenta, perusahaan ini membangun keunggulan pertanian yang juga dapat bersaing di luar negeri.

Itu hanyalah gambaran sekilas dari upaya nasional Tiongkok yang sangat kompleks untuk mengurangi ketergantungan pada AS dan negara-negara lain untuk pangan. Tetapi persepsi lama tentang kualitas pangan Tiongkok tidak akan hilang dalam semalam — bayangkan teh tumbuh berdampingan dengan truk-truk yang mengeluarkan asap diesel.

Konsumen perkotaan dapat memesan produk secara online dan produk tersebut akan tiba dengan kesegaran yang hampir sama seperti jika mengunjungi pertaniannya.

Dan bagi petani Amerika yang menghadapi Tiongkok yang semakin mandiri, mungkin sudah saatnya untuk mulai mencari pelanggan baru.

Cheng Lu, CEO CreateAI, membahas langkah perusahaan untuk mengintegrasikan AI dalam pembuatan video game. Ia menambahkan bahwa investasi AI saja tidak akan membuahkan hasil; investasi tersebut perlu dipadukan dengan aplikasi.

Eric Zheng, presiden AmCham Shanghai, menekankan pentingnya kunjungan awal Presiden Trump ke Tiongkok, mengingat potensi kesepakatan komersial antara kedua negara.

Lenny Zephirin dari The Zephirin Group mengatakan pasar modal sejauh ini mampu mencerna lonjakan perusahaan Tiongkok Daratan yang melakukan penawaran umum perdana (IPO) melalui Hong Kong, dan bahwa campur tangan regulator telah meminimalkan risiko bagi pasar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.