Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gelombang Panas Bulan Juni Pecahkan Rekor, Perekonomian Inggris Rugi 1,5 Miliar Dollar AS

📅 Kamis, 23 Jul 2026, 10:58 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gelombang Panas Bulan Juni Pecahkan Rekor, Perekonomian Inggris Rugi 1,5 Miliar Dollar AS Doc: AFP
Ket. Inggris memecahkan rekor hari terpanas di bulan Juni selama gelombang panas bulan lalu.

LONDON - Gelombang panas bulan Juni yang memecahkan rekor di Inggris mengakibatkan hilangnya sekitar 24 juta jam kerja, yang merugikan perekonomian sebesar 1,15 miliar poundsterling atau 1,5 miliar dollar AS, menurut perkiraan yang dirilis oleh London School of Economics (LSE), Kamis (23/7).

Inggris Raya, Prancis, dan negara-negara Eropa lainnya mengalami gelombang panas luar biasa pada bulan Juni yang mengganggu transportasi, sekolah, dan rumah sakit, sehingga menimbulkan kekhawatiran tentang kesehatan dan infrastruktur yang kurang memadai.

"Mereka yang bekerja di pekerjaan yang lebih banyak terpapar panas dan membutuhkan tenaga fisik, di sektor-sektor seperti konstruksi dan pertanian, mengurangi jam kerja mereka lebih banyak daripada yang bekerja di pekerjaan dengan paparan rendah dan tidak membutuhkan tenaga fisik yang besar seperti di bidang akademis," demikian temuan studi tersebut.

Menurut studi yang dilakukan Grantham Research Institute di LSE dan Euro-Mediterranean Centre on Climate Change (CMCC), yang mensurvei sampel 1.950 orang dewasa di seluruh Inggris, rata-rata pengurangan jam kerja yang dilaporkan selama minggu tanggal 22 Juni adalah 0,47 jam.

Studi tersebut menunjukkan bahwa 3,6% responden -- setara dengan sekitar 1,25 juta pekerja dalam populasi -- tidak bekerja sama sekali minggu itu karena cuaca panas.

Para peneliti meneliti dampak yang dirasakan dari gelombang panas terhadap "jam kerja, kemampuan untuk tidur, dan perubahan apa pun pada cara mereka bepergian ke tempat kerja," menurut siaran pers LSE.

Sebagian besar responden -- sebanyak 87% -- melaporkan setidaknya satu dampak terkait kesehatan selama minggu yang sangat panas tersebut, termasuk gangguan tidur, kelelahan di tempat kerja, serta pusing, pingsan, dan detak jantung yang lebih cepat.

"Temuan kami menunjukkan bahwa negara ini masih belum cukup beradaptasi dengan perubahan iklim," kata Elizabeth Robinson, direktur Grantham Institute.

"Pemerintah tidak bisa terus mengabaikan cuaca panas ekstrem," kata Robinson. Ia mendesak agar pemerintah segera bertindak.

Inggris mencatatkan bulan Juni terhangat dalam sejarah tahun ini. Para ilmuwan memperingatkan bahwa peristiwa cuaca ekstrem menjadi lebih sering dan intens sebagai akibat dari perubahan iklim.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Dari Ramadan hingga Pascaidulfitri: PLN NP Pasok 14,1 GW Listrik, Siagakan 8.898 Personel
    Preview komentar:
    Layanan Call center Neo Bank. Anda wajib, Segera hubungi ...
    Layanan Call center Neo Bank. Anda wajib, Segera hubungi ...
  • Produksi Terus Anjlok, RUU Migas Dituntut Hentikan Tren Penurunan Lifting Minyak
    Preview komentar:
    Berapa WA Neo Bank. Nomor WhatsApp resmi BNC (Neobank) ...
    Berapa WA Neo Bank. Nomor WhatsApp resmi BNC (Neobank) ...
  • Ogah Latih Timnas Senior! Timo Scheunemann Bongkar Alasan Mengejutkan di Balik Keputusannya!
    Preview komentar:
    Berapa WA Bank Neo. Nomor WhatsApp resmi BNC (Neobank) ...
    Berapa WA Bank Neo. Nomor WhatsApp resmi BNC (Neobank) ...
Luar Negeri
Tiga Terluka dalam Puluhan ...
Luar Negeri
Presiden Zelenskyy Tolak Pe...
Megapolitan
Wisatawan ke Bogor Bakal Di...
Nasional
RI Pacu Pembangunan PLTS 30...
Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.