Limit Investasi Mau Dinaikkan, IFG Ingatkan Risiko Mengintai Dana Publik
📅 Kamis, 12 Feb 2026, 17:35 WIB | Oleh: Tim PenulisDari sisi permodalan, lanjutnya, peningkatan porsi saham juga berkorelasi langsung dengan kebutuhan modal berbasis risiko.
Instrumen saham memiliki faktor risiko pasar yang lebih tinggi dibandingkan obligasi, sehingga setiap kenaikan eksposur akan meningkatkan kebutuhan Modal Minimum Berbasis Risiko (MMBR) dan berpotensi menekan rasio solvabilitas atau risk based capital (RBC).
“Karena itu, keputusan investasi tidak bisa dilepaskan dari perhitungan dampaknya terhadap ketahanan permodalan perusahaan,” ujar Ibrahim.
IFG Progress mencatat bahwa secara agregat kondisi RBC industri asuransi nasional masih berada jauh di atas ketentuan minimum regulator. Namun, ketahanan tersebut berjalan beriringan dengan tekanan operasional, termasuk peningkatan rasio klaim dan dinamika profitabilitas.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam konteks itu, disiplin pengelolaan risiko pasar menjadi semakin krusial agar ruang fleksibilitas investasi tidak justru memperbesar kerentanan ke depan.
“Peningkatan batas investasi saham perlu dipandang sebagai instrumen kebijakan yang mensyaratkan tata kelola yang lebih kuat, bukan pelonggaran disiplin. Dengan ALM yang ketat, pengawasan yang memadai, serta transparansi kepada pemangku kepentingan, fleksibilitas dapat menjadi pendorong stabilitas,” tuturnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!