Menghijaukan Gunung Muria Menanam Harapan Masa Depan
📅 Rabu, 11 Feb 2026, 18:40 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: aloysius
KUDUS - Gerakan masyarakat untuk giat menanam pohon semakin merasuk ke dalam hati. Gerakan ini memang harus terus didukung oleh berbagai pihak termasuk swasta karena pemerintah tidak dapat melakukan sendiri. “Penghijaun tidak hanya menanam pohon, tetapi menanam harapan, harapan masa depan bagi anak cucu,” tandas Kepala Seksi Wilayah I Perhutanan Sosial Yogyakarta Kementerian Kehutanan, Ayi Firdaus Maturidy.
Direktur Communication BLDF Mutiara (putih) memimpin penghijauan dengan menanam pohon
Dia menandaskan ini dalam kegiatan menanam pohon yang diselenggarakan Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF), di Desa Japan, Kabupaten Kudus, Selasa (10/2). Dia mengajak masyarakat untuk menanam pohon, tetapi Ayi juga mengingatkan, jangan hanya menanam, tapi juga merawat. “Jangan hanya menanam. Ayo merawat bersama tanaman yang kita tanam. Sebab ini menanam harapan bagi anak-anak kita ke depan,” tambah Ayi.

Sebaiknya Anda baca juga:
Ayi juga mohon BLDF untuk terus memperluas aksi menanam, tak hanya di Gunung Muria. “Kami berharap kegiatan BLDF dapatdiperluas karena dengan menanam pohon terutama pohon buah juga akan meningkatkan ekonomi warga sekitar,” tandasnya.
Dalam kegiatan di desa Japan ini antara lain ditanam pohon alpukat dan durian. Aksi ini sekaligus untuk penghijauan. Menurut Director Communications Djarum Foundation, Mutiara Diah Asmara, nanti kalau sudah berbuah akan dimanfaatkan para petani. “Jadi, ini nanti dipanen oleh kelompok tani di sini,” tutur Mutiara. Lebih jauh Mutiara menjelaskan bahwa acara di desa Japan ini juga sebagai penutupan untuk program One Action One Tree (OAOT) sepanjang tahun 2025.
Meski begitu, program tidak berhenti di sini dan akan jalan terus. Untuk program tahun 2026 akan dimulai bulan November. Menurutnya, OAOT melekat dalam program Siap Darling (Siap Sadar Lingkungan) yang menggelorakan generasi muda untuk mencintai lingkungan dengan menanam pohon.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sepanjang kegitan OAOT telah terkumpul 63.000 pohon lebih. “Mari jadikan menanam sebagai kebiasaan hidup. Menanam bisa dilakukan di mana saja: di desa atau di kota,” tutur Mutiara.Lebih jauh Mutiara menyampaikan bahwa OAOT dirancang untuk mempertemukan gaya hidup generasi muda dengan aksi nyata pelestarian lingkungan.
“OAOT berangkat dari keyakinan bahwa aksi sederhana yang dilakukan secara konsisten dan kolektif dapat memberikan dampak berkelanjutan. Melalui OAOT, kami ingin mendorong generasi muda untuk terlibat aktif dalam gerakan lingkungan yang tidak hanya berdampak ekologis, tetapi juga memberi manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat,” ujar Mutiara.
Sementara itu, Program Officer BLDF, Dandy Mahendra, menambahkan bawahini adalah tahun kelima kegiatan tersebut, dan segera memasuki tahun keenam. Menurutnya, pada awal mulai ragu-ragu, apalagi saat itu sedang Covid-19.Namun, ternyata sambutan anak-anak muda diluar dugaan. “Mereka cukup antusias,” tutur Dandy.

Program Officer BLDF Dandy (putih) ikut menanam pohon mangga
Kemudian Dandy flashback, dulu lereng Patiayam gundul, lalu ramai-ramai bersama generasi muda ditanami mangga. Selanjutnya, lima tahun kemudian mangga bisa ditanam dan dipanen warga sampai 30 ton. “Dari gundul, kita tanami, rawat, berbuah, dan panen. Dengan demikian, ekonomi warga meningkat juga. Dulu petani harus kita ajak menanam, sekarang petani sekitar lereng Patiayam tidak perlu diajak. Mereka nanam sendiri,” tegas Dandy.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!