Menghijaukan Gunung Muria Menanam Harapan Masa Depan
📅 Rabu, 11 Feb 2026, 18:40 WIB | Oleh: Aloysius WidiyatmakaMutiara menjelaskan, memang perlu pendekatan kepada petani atau warga, pada awalnya. Sebab dulu ditanami jagung, lalu ditanam pohon mangga. “Mereka bertanya, kan pohon mangga lama panen, kami makan apa,” cerita Mutiara. Kemudian, lanjut Mutiara, akhirnya diberi solusi tumpang sari. Ada tanaman keras (mangga) dengan tumpang sari di mana petani tetap bisa menanam jagung. Ini bisa beriringan. “Sebab kalau tidak ada tanaman keras, bisa longsor seperti di Cisarua, Bandung itu,” urai Mutiara.
Dalam kegiatan menanam di Japan ini, BLDF juga menyertakan para mahasiswa Universitas Muria Kudus (UMK). Salah satunya mahasiswi UMK semester 6 Teknik Informatika, Herita. Dia mengaku memang senang menanam-nanam. “Lingkungan yang hijau kan asri, seger,” tuturnya.

Melibatkan UMK
Sebaiknya Anda baca juga:
Hal serupa diungkapkan lulusan UMK Salsabila. Menurut lulusan jurusan akutansi ini memang sering ikut kegiatan seperti ini. “Dulu di sini saya juga aktif ikut kegiatan di green house, tapi sekarang green house sudah diubah menjadi balai desa,” jelas Salsabila. Baik Herita maupun Salsabila akan terus ambil bagian untuk kegiatan lingkungan.
Sebab banyak pohon lingkungan akan makin sejuk. Sedangkan Kepala Desa Japan, Sigit Tri Harso, mengucapkan terima kasih kepada BLDF. “Saya mewakili warga Japan, sangat berterima kasih kepada BLDF atas kegiatan ini. Saya harap ke depan dapat terus dilakukan BLDF untuk kegiatan menanam pohon. Sebab warga Japan jelas tidak mampu melakukannya sendirian,” harap Sigit. Japan adalah desa terujung yang langsung berbatasan dengan hutan Gunung Muria.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!