Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Berharap Koordinasi Kemenkeu dan BI Menguat Usai Pelantikan Thomas

📅 Selasa, 10 Feb 2026, 06:30 WIB | Oleh:
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Berharap Koordinasi Kemenkeu dan BI Menguat Usai Pelantikan Thomas Doc: ANTARA/Uyu Septiyati Liman
Ket. Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menjawab pertanyaan awak media usai menghadiri acara pengambilan sumpah jabatan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Periode 2026-2031 Thomas Djiwandono di Kompleks Mahkamah Agung Jakarta, Senin (9/2).

JAKARTA - Hubungan antara kebijakan fiskal dan moneter di Indonesia diprediksi bakal semakin harmonis menyusul pelantikan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2026-2031, Senin (9/2).

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, yang hadir langsung dalam prosesi pengambilan sumpah di Kompleks Mahkamah Agung, Jakarta, meyakini bahwa latar belakang Thomas sebagai mantan Wakil Menteri Keuangan akan mempermudah jalur komunikasi antarlembaga.

Sinergi ini dianggap krusial untuk memastikan setiap kebijakan yang diambil mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional secara lebih progresif dan terukur di masa depan.

“Kan biasa makan siang (bersama), lebih gampang lagi (nanti komunikasinya),” kata Purbaya Yudhi Sadewa saat ditemui usai menghadiri acara pengambilan sumpah jabatan Thomas Djiwandono di Kompleks Mahkamah Agung Jakarta, Senin.

Ia juga berharap Thomas dapat berperan dalam mengembangkan kebijakan BI agar bisa lebih mendorong pertumbuhan ekonomi nasional di masa depan.

Ia menilai bahwa Thomas adalah sosok yang mampu mengemban amanah sebagai Deputi Gubernur BI.

“Lebih pintar dari saya kali dia (Thomas), untuk apa kasih wejangan (petunjuk), dia udah jago,” ujar Purbaya.

Saat ditemui di kesempatan yang sama, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara juga menyampaikan harapan serupa, yakni semakin lancarnya koordinasi antara Kemenkeu dan BI dengan kehadiran Thomas Djiwandono di BI, mengingat sebelumnya ia juga menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan.

“Jadi, kami berharap habis ini kebijakan fiskal dan kebijakan moneter tambah koordinasinya tambah komplet, tambah berlangsung dengan lancar,” ucap Suahasil Nazara.

Sementara itu, Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun berharap Thomas Djiwandono dapat meningkatkan komunikasi dengan berbagai lembaga domestik maupun internasional terkait arah kebijakan pemerintah Indonesia, termasuk BI, sehingga dapat menciptakan pandangan positif terhadap kondisi perekonomian Indonesia.

“Saat ini, memang perlu memberikan banyak informasi kepada lembaga-lembaga, terutama para pemberi dana, investor asing,” tuturnya.

Thomas Djiwandono terpilih melalui rapat musyawarah Komisi XI DPR RI untuk menggantikan Juda Agung yang mengundurkan diri pada 13 Januari lalu sebelum masa jabatannya habis pada 2027 mendatang.

Terkait masa jabatan Thomas hingga 2031, Mukhamad Misbakhun menyatakan hal tersebut sudah sesuai penetapan oleh DPR RI.

“Itu memang penugasan, yang mana masa jabatannya Dewan Gubernur Bank Indonesia itu adalah 5 tahun. Kami sudah menetapkan sesuai dengan penetapan di DPR,” ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.